Ribuan Pelajar Sleman Alami Hipertensi, Gaya Hidup Jadi Sorotan
Skrining CKG Sleman temukan ribuan pelajar hipertensi. Gaya hidup tidak sehat jadi faktor utama selain bawaan.
Wisatawan berkemah di tepi sungai di kawasan Potrobayan./Twitter @Potrobayan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulonprogo menggelar Festival Jaga Kaliku, 3-24 Mei 2023. Festival ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam utamanya sungai dan segala biotanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo, Trenggono Trimulyo mengatakan selama festival berlangsung, DKP bersama Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) akan melepas liarkan ikan-ikan lokal di sungai.
BACA JUGA: Perhatian Warga Kulonprogo! Kualitas Air Sungai Serang Menurun sejak Tahun Lalu
"Kami berharap upaya ini dapat meningkatkan populasi ikan-ikan lokal di perairan umum. Selama ini ikan-ikan tersebut sudah berkurang dengan jumlah yang besar,” kata Trenggono ditemui di kantornya, Rabu (3/5/2023).
Trenggono menambahkan selain pelepasan ikan, DKP juga memberikan sosialisasi pengawasan sumber daya keluatan dan perikanan serta Instruksi Bupati (Inbup) Kulonprogo No.10/2022 tentang Jaga Komitmen Warga untuk Kelestarian Alam Lingkungan Ikan Kulonprogo.
Salah satu instruksi dalam Inbup tersebut adalah memperkuat sistem pengawasan masyarakat melalui penguatan kelembagaan Kelompok Masyarakat Pengawas dalam menjaga dan mengawasi sumber daya perikanan berbasis masyarakat.
“Adanya pencemaran pestisida di sungai, penangkapan ikan dengan setrum dan racun, dan sebagainya itu kan artinya mereka [masyarakat] belum paham mengenai aturan-aturan. Masih sering terjadi itu. Karena itu kami lakukan sosialisasi dengan menggandeng Pokmaswas,” katanya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelolaan Pelelangan Ikan DKP Kulonprogo, Wakhid Purwosubiantoro mengatakan Festival Jaga Kaliku merupakan bentuk komitmen dan kepedulian masyarakat dalam menjaga dan melestarikan sumber daya perikanan di perairan umum Kulonprogo.
BACA JUGA: Hadapi Musim Kemarau, BPBD Kulonprogo Tambah Armada Damkar Senilai Rp2 M
“Tujuan lain festival yang diselenggarakan melalui Dana Keistimewaan 2023 dengan jumlah Rp109 juta tersebut adalah mengurangi kerusakan ekosistem dan habitat sumber daya perikanan di perairan umum Kulonprogo,” kata Wakhid.
Wakhid menambahkan Festival Jaga Kaliku diberbagai lokasi, seperti di Wates, berlanjut di Plumbon, Temon pada 4 Mei kemudian di Kaliagung, Sentolo pada 8 Mei dilanjutkan 9 Mei di Bugel, Panjatan.
Setelah itu, pada 10 Mei Festival Jaga Kaliku digelar di Kebonharjo, Samigaluh, 11 Mei di Sendangsari, Pengasih, 15 Mei Sidorejo, Lendah, dan 16 Mei di Banjaroyo, Kalibawang. Empat hari terakhir, festival diadakan di Jatisorono, Nanggulan pada 17 Mei, Hargotirto, Kokap pada 21 Mei, Pendoworejo, Girimulyo pada 23 Mei, dan diakhiri di Banaran, Galur pada 24 Mei 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining CKG Sleman temukan ribuan pelajar hipertensi. Gaya hidup tidak sehat jadi faktor utama selain bawaan.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.