130 Warga Sleman Keracunan Usai Hajatan, Ini Hasil Uji Laboratoriumnya
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Wisatawan berkemah di tepi sungai di kawasan Potrobayan./Twitter @Potrobayan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulonprogo menggelar Festival Jaga Kaliku, 3-24 Mei 2023. Festival ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam utamanya sungai dan segala biotanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo, Trenggono Trimulyo mengatakan selama festival berlangsung, DKP bersama Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) akan melepas liarkan ikan-ikan lokal di sungai.
BACA JUGA: Perhatian Warga Kulonprogo! Kualitas Air Sungai Serang Menurun sejak Tahun Lalu
"Kami berharap upaya ini dapat meningkatkan populasi ikan-ikan lokal di perairan umum. Selama ini ikan-ikan tersebut sudah berkurang dengan jumlah yang besar,” kata Trenggono ditemui di kantornya, Rabu (3/5/2023).
Trenggono menambahkan selain pelepasan ikan, DKP juga memberikan sosialisasi pengawasan sumber daya keluatan dan perikanan serta Instruksi Bupati (Inbup) Kulonprogo No.10/2022 tentang Jaga Komitmen Warga untuk Kelestarian Alam Lingkungan Ikan Kulonprogo.
Salah satu instruksi dalam Inbup tersebut adalah memperkuat sistem pengawasan masyarakat melalui penguatan kelembagaan Kelompok Masyarakat Pengawas dalam menjaga dan mengawasi sumber daya perikanan berbasis masyarakat.
“Adanya pencemaran pestisida di sungai, penangkapan ikan dengan setrum dan racun, dan sebagainya itu kan artinya mereka [masyarakat] belum paham mengenai aturan-aturan. Masih sering terjadi itu. Karena itu kami lakukan sosialisasi dengan menggandeng Pokmaswas,” katanya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelolaan Pelelangan Ikan DKP Kulonprogo, Wakhid Purwosubiantoro mengatakan Festival Jaga Kaliku merupakan bentuk komitmen dan kepedulian masyarakat dalam menjaga dan melestarikan sumber daya perikanan di perairan umum Kulonprogo.
BACA JUGA: Hadapi Musim Kemarau, BPBD Kulonprogo Tambah Armada Damkar Senilai Rp2 M
“Tujuan lain festival yang diselenggarakan melalui Dana Keistimewaan 2023 dengan jumlah Rp109 juta tersebut adalah mengurangi kerusakan ekosistem dan habitat sumber daya perikanan di perairan umum Kulonprogo,” kata Wakhid.
Wakhid menambahkan Festival Jaga Kaliku diberbagai lokasi, seperti di Wates, berlanjut di Plumbon, Temon pada 4 Mei kemudian di Kaliagung, Sentolo pada 8 Mei dilanjutkan 9 Mei di Bugel, Panjatan.
Setelah itu, pada 10 Mei Festival Jaga Kaliku digelar di Kebonharjo, Samigaluh, 11 Mei di Sendangsari, Pengasih, 15 Mei Sidorejo, Lendah, dan 16 Mei di Banjaroyo, Kalibawang. Empat hari terakhir, festival diadakan di Jatisorono, Nanggulan pada 17 Mei, Hargotirto, Kokap pada 21 Mei, Pendoworejo, Girimulyo pada 23 Mei, dan diakhiri di Banaran, Galur pada 24 Mei 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
Tur reuni Oasis membuat kekayaan Noel dan Liam Gallagher melonjak hingga Rp7,6 triliun dan masuk daftar musisi terkaya Inggris.
Aturan terbaru PPPK mengubah skema karier ASN kontrak, mulai dari pensiun, kenaikan gaji berkala, hingga peluang jabatan tinggi.
Kunjungan wisata TNGM naik 21% sepanjang awal 2026. Kalitalang dan Plunyon jadi lokasi favorit wisatawan dan pecinta trail run.
Arsenal makin dekat juara Liga Inggris usai menang atas Burnley. Kini Manchester City wajib menang agar persaingan gelar tetap hidup.