Festival Kethoprak, Disbud Fokus Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Sejumlah warga sedang mengerjakan jalan cor blok bagian dari program padat karya di Dusun Ketonggo, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabuaten Bantul, Maret 2023 lalu / Harian Jogja
BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) akan melaksanakan program padat karya infrastruktur tahap kedua yang akan dilaksanakan serentak pada Juni mendatang.
Kepala Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti mengatakan padat karya infrastrktur tahap kedua akan dilaksanakan di 117 titik atau lokasi. Masing-masing titik Rp200 juta. Jika dikalkulasikan semua Rp23,4 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemda DIY.
Saat ini prosesnya sudah masuk tahap identifikasi, sosialiasi, hingga pendistribusian material ke masing-masing lokasi. “Sementara pengerjaan fisiknyanya dilakukan secara serentak mulai 2 Juni sampai 24 Juni 2023,” katanya, Senin (8/5/2023).
Sejauh ini proses persiapan diakuinya lancar. Tidak ada kendala berarti. “Masyarakat juga menyambut antusias program ini agar segera dilaksanakan. Tentunya harus sesuai regulasi yang ada,” ucapnya.
Sementara jumlah pekerja dari masing-masing lokasi kali ini sebanyak 52 orang. Berbeda dengan padat karya tahap pertama pekerjanya hanya 26 orang tiap lokasi karena nilai padat karya tiap lokasi kali ini juga lebih bersar, yakni Rp200 juta. Adapun padat karya tahap pertama per lokasi hanya Rp100 juta.
Istirul memastikan semua lokasi padat karya harus mendahulukan pekerja yang masuk dalam kategori miskin terutama datanya masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sebab tujuan padat karya selain membangun infrastruktur adalah pemberdayaan masyarakat dan perluasan kerja.
“Harapannya padat karya ini kan selain infrastrukturnya terbangun juga dapat mengurangi angka pengangguran dan juga pengentasan angka kemiskinan ekstrem meski dalam jangka pendek. Ini kan sebagai stimulan,” ujarnya.
Ia optimistis padat karya tahap kedua ini berjalan lancar. Terbukti padat karya tahap pertama juga lancar bahkan melebihi velume dari yang sudah ditetapkan. “Terbukti dengan swadaya mereka membuat bangunan sampai melebihi target, itu karena rasa handarbeni [rasa memiliki] yang tinggi. Mereka tak segan-segan tombok dengan swadaya untuk pembangunan di kampung mereka,” katanya.
Menurutnya kelebihan volume pengerjaan fisik padat karya infrastruktur tersebut justeru bagus karena hal itu menunjukan adanya rasa kepemilikan bahwa bangunan tersebut untuk kepentingan masyarakat. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan bayaran dari pekerjaannya tersebut namun juga mendapatkan bangunan infrastrukturnya seperti jalan cor blok, talut, bangket dan selokan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Menaker Yassierli memastikan pemerintah mengawal isu PHK buruh garmen di Jawa Tengah melalui verifikasi, mediasi, dan perlindungan hak pekerja.