Tingkatkan Budaya Baca, Festival Literasi Gunungkidul 2026 Resmi Digelar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Petani di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo sedang menggotong hasil panen padi di musim tanam pertama. Foto diambil 24 Januari 2023./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program lumbung mataraman dari Pemerintah DIY masih akan dilanjutkan di Gunungkidul. Rencananya di tahun ini dibangun di Kalurahan Balong, Girisubo dan Kedungpoh, Nglipar.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, Lumbung Mataraman merupakan program dari Pemerintah DIY. Tujuan pengembangan kawasan pertanian terpadu ini sebagai sarana memperkuat ketahanan pangan di masyarakat.
BACA JUGA: Lumbung Mataraman di Gunungkidul Bakal Diperluas, Ini Dia Titik Lokasinya
Menurut dia, program ini sudah dilaksanakan mulai 2022. Di tahap awal, hanya Kalurahan Bendung, Semin yang mendapatkan bantuan untuk pengembangan lumbung mataraman.
“Tahun ini masih dikembangkan dan programnya menyasar di Kalurahan Balong, Girisubo dan Kedungpoh, Nglipar,” katanya, Kamis (11/5/2023).
Dia menjelaskan, model pengembangan masih sama seperti dengan yang dilaksanakan di Kalurahan Bendung. Setiap kalurahan juga mendapatkan Rp750 juta untuk membangun lumbung mataraman.
“Jadi, kalau ditotal anggarannya di Gunungkidul sebesar Rp1,5 miliar. Sekarang masih dalam tahap persiapan dan mudah-mudahan saat dibangun dapat berjalan lancar,” katanya.
Rismiyadi menambahkan, mendukung pengembangan lumbung mataraman oleh Pemerintah DIY. Pasalnya, program ini tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tapi juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan.
“Contohnya di Bendung, Semin, masyarakat ikut dilibatkan untuk mengelola lumbung mataraman yang sudah jadi,” katanya.
Terpisah, Carik Balong, Girisubo, Purwanto saat dikonfirmasi membenarkan kalurahannya mendapatkan bantuan keuangan khusus (BKK) danais untuk pembangunan lumbung mataraman. Total bantuan yang diberikan sebesar Rp750 juta.
“Belum dimulai pembangunan karena masih dalam proses persiapan,” kata Purwanto.
Menurut dia, untuk pelaksanaan pembangunan sudah disediakan lahan seluas tiga hektare. Rencananya, lahan ini dipergunakan pengembangan pertanian terpadu yang meliputi pertanian, peternakan hingga tempat edukasi pertanian.
“Konsepnya mirip dengan lumbung mataraman yang dibangun sebelumnya. Nanti ada tanaman pangan, ternak hingga pengolahan pupuk,” katanya.
Purwanto berharap program ini berhasil sehingga dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar. “Tentunya dalam pengembangan akan ikut memberdayakan masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.
Parkir wisata Jogja diusulkan terpusat lewat QRIS untuk mencegah pungli sekaligus memberi kepastian tarif bagi wisatawan.
Nusa Penida menerapkan Smart Microgrid yang mengintegrasikan PLTS, BESS, dan PLTD untuk mengoptimalkan energi terbarukan.
Kredit perbankan tumbuh 13,58% pada Juli 2026, lebih cepat dari DPK 11,21% dan berpotensi menekan biaya dana serta NIM.
BPOM memanfaatkan AI untuk mempercepat penemuan obat, proses registrasi, sertifikasi, uji klinis, hingga melacak peredaran obat.