Kemarau Datang, Gunungkidul Siapkan Droping Air Mulai Juli
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
hama ulat yang menyerang tanaman bawang merah di Sentolo, Rabu (27/6/2018).Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mulai bergerak memberantas hama ulat yang menyerang tanaman bawang merah. Hingga sekarang luas serangan sudah mencapai dua hektare.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, sudah mendapatkan laporan berkaitan dengan serangan ulat grayak terhadap budidaya bawang merah milik petani. Berdasarkan laporan yang masuk, akumulasi luas lahan yang diserang mencapai dua hektare.
“Ada serangan di Kapanewon Semanu dan Wonosari. Masing-masing luasannya mencapai satu hektare,” kata Raharjo kepada wartawan, Kamis (15/6/2023).
Dia menjelaskan, untuk mengatasi agar lahan yang diserang tidak semakin luas sudah menerjunkan tim Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (PPOT).
Baca juga: Jogoboro dan Satpol PP Jogja Diminta Tertibkan Pengamen di Malioboro
“Tim sudah mulai bergerak dengan melakukan pengamatan di beberapa lokasi yang terserang hama ulat,” katanya.
Untuk pengendalian, Raharjo mengaku sudah menyiapkan pestisida pengendali hama ulat pada bawang merah. Rencananya pengendalian mulai dilakukan di wilayah Wonosari, Semin, dan Playen.
Adapun prosesnya dengan beberapa tahapan. Ulat akan dipancing keluar dengan semprotan larutan kuning telur dicampur air. Langkah ini dilakukan karena hama bersembunyi di bagian dalam daun.
“Kalau langsung pakai pestisida kurang efektif. Oleh karenanya, dipancing keluar dulu kemudian baru disemprot,” katanya.
Sejumlah petani di Gunungkidul resah dengan adanya serangan hama pada tanaman bawang merah yang dipelihara. Diharapkan serangan tidak menyebabkan terjadinya gagal panen.
Keluhan terhadap serangan hama, salah satunya disuarakan oleh petani bawang merah asal Dusun Blimbing, Kalurahan Karangrejek, Wonosari, Sumadi. Menurut dia, hama yang menyerang salah satunya ulat grayak.
Muncul Sore Hari
Hewan ini biasanya muncul pada saat sore hari dan memakan batang dari tanaman bawang merah. Sumadi mengakui sudah mencoba membasmi menggunakan obat, namun hasilnya kurang efektif karena ulat bersembunyi di dalam daun.
“Terpaksa kami membasmi dengan cara manual. Yakni, dengan mengambil menggunakan tangan agar tidak menyerang tanaman,” kata Sumadi.
Ia berharap serangan tidak semakin meluas agar petani bisa tetap panen. Sumadi berpendapat serangan hama tidak lepas pengaruh cuaca yang terjadi akhir-akhir ini.
“Harapannya agar tetap bisa panen dan petani mendapatkan hasil dari menanam bawang merah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
KPK mendalami dugaan pengumpulan uang dari 914 petani di Kuansing untuk pengurusan pelepasan kawasan hutan seluas 1.828 hektare.
Penelitian mengungkap kebiasaan scanning yang disebut menjadi salah satu kunci Lionel Messi tetap tajam di Piala Dunia 2026 pada usia 39 tahun.
Finlandia kembali menjadi negara paling bahagia di dunia pada 2026. Kedekatan dengan alam dan gaya hidup sederhana disebut menjadi kuncinya.
Libur sekolah membuat kunjungan Malioboro menembus 305 ribu orang dalam 10 hari. Lonjakan wisatawan turut meningkatkan volume sampah harian.
Bursa transfer MotoGP 2027 menghadirkan perubahan besar. Bagnaia dikabarkan ke Aprilia, Acosta menuju Ducati, dan Yamaha merombak susunan pembalap.