Grand Rohan Jogja Hadirkan Kembali Pameran Seni Lukis
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo / ist-Dinpar DIY
JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mendorong agar keberadaan desa wisata di Bumi Mataram menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun internasional. Keberadaan desa wisata tersebut didorong dapat memberikan pengalaman lebih mendalam bagi wisatawan saat berkunjung.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo menyampaikan saat ini paket wisata yang ditawarkan berbagai desa wisata di DIY didorong untuk dapat memberikan pengalaman lebih mendalam bagi wisatawan.
“Kalau melihat desa wisata, maka yang ada adalah sebuah paket wisata yang dibuat untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam kepada para wisatawan, baik dari sisi budaya, sosial, destinasi wisata, serta aktivitas masyarakat. Hal itu juga berkaitan dengan UMKM, kerajinan, maupun kuliner sebagai bagian yang melengkapi paket wisata yang ada, sehingga wisatawan mendapat pengalaman yang lebih,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (22/6/2023).
Menurut Singgih, potensi yang ada di setiap desa wisata apabila dikelola dengan baik, maka potensi tersebut akan mendorong wisatawan untuk berkunjung ke desa wisata.
Menurut Singgih, dari sejumlah desa wisata yang dinilai telah berhasil menarik banyak pengunjung, kunci keberhasilan desa wisata terletak pada komitmen para pelaku wisata di desa wisata tersebut untuk dapat mewujudkan keramahtamahan terhadap wisatawan, dan menerapkan Sapta Pesona.
BACA JUGA: 4 Cara Merawat Sepeda Listrik Agar Awet dan Tahan Lama
“Sehingga wisatawan yang datang dapat merasa aman dan nyaman saat menikmati paket wisata yang telah disediakan,” katanya.
Menurut Singgih, jajarannya selama ini terus mendukung perkembangan desa wisata dengan berbagai pendampingan, di antaranya peningkatan amenitas, sumber daya manusia (SDM) di desa wisata tersebut, pendampingan pembuatan paket wisata, peningkatan produk wisata dari sisi kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Selain itu, Dispar DIY juga bekerja sama dengan Asita, PHRI, GIPI dan sejumlah perguruan tinggi untuk mendukung perkembangan desa wisata di DIY.
Dijelaskan Singgih, keberadaan desa wisata di DIY telah mendapat pengakuan secara nasional, regional di tingkat ASEAN, dan internasional melalui The World Tourism Organization [Unwto]. Keberadaan desa wisata yang telah mendapat pengakuan tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun internasional untuk dapat pengalaman lebih mendalam saat berkunjung ke DIY.
“Pendampingan kami lakukan dengan standard ASEAN tool box, sehingga desa maupun kampung wisata benar-benar siap menerima wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.