Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Warga Beran Lor memotong-motong daging hewan kurban, di Masjid Agung Sleman, Kamis (29/6/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Masyarakat Sleman melaksanakan pemotongan hewan kurban pada Rabu dan Kamis (28 dan 29/6/2023). Dari pemantauan Pemkab Sleman, rata-rata kondisi hewan dan proses penyembelihan sudah sesuai ketentuan atau sehat.
Ketua Panitia Penyembelihan hewan kurban Masjid Agung Sleman, Eka Gumanti, menjelaskan tahun ini ada tujuh sapi dan sembilan kambing yang disembelih. “Agak menurun, biasanya sapi bisa sampai sembilan ekor,” ujarnya, Kamis (29/6/2023).
Hewan-hewan tersebut menurutnya dalam kondisi sehat dengan sudah dipastikan sendiri oleh sohibul kurban secara langsung. “Saya cek tadi sehat-sehat. Saya menanyakan ke sohibul kurban juga sudah cukup puas dengan hewannya. Kami menjamin,” kata dia.
Dalam prosedur penyembelihan hewan panitia juga memastikan sudah menggunakan alat yang terbaik. Selain pisau yang tajam, panitia juga menggunakan mesin untuk memotong-motong daging. Adapun panitia terdiri dari warga Dusun Beran Lor, Kalurahan Tridadi, Sleman.
Baca juga: Long Weekend, Malioboro Penuh Wisatawan Jajal Andong dan Selfie
Daging kurban kemudian dibagikan untuk warga sekitar masjid, yakni Dusun Beran Lor dan ke penerima lainnya seperti pondok pesantren dan panti asuhan. “Tidak ada kendala dalam penyembelihan,” ungkapnya.
Pada Kamis (29/6/2023), Pemkab Sleman memantau pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di empat lokasi, wilayah Sleman Barat, meliputi Masjid As-Sholihun, Banjarharjo, Pondokrejo, Tempel; Masjid Al Maun, Mranggen, Margodadi, Seyegan; Masjid Al Muttaqien, Sumbersari, Moyudan; dan Masjid Jami, Ngijon, Sendangarum, Minggir.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan pemantauan ini merupakan upaya untuk memastikan penyembelihan hewan kurban di wilayah Sleman berlangsung dengan baik. “Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban yang disembelih dalam kondisi sehat," katanya.
Dari hasil pemantauan, rata-rata penyembelihan sudah dilakukan dengan baik serta kondisi hewan kurban dalam keadaan sehat. "Beberapa lokasi pemantauan ini menjadi sampel, dan setelah dilihat rata-rata penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan baik dan tidak ditemukan kasus cacing hati atau indikasi penyakit lainnya," kata dia.
Kustini juga menjelaskan rata-rata masyarakat yang menyembelih hewan kurban telah menerapkan pengelolaan limbah hewan kurban dengan baik. “Sebagian besar masyarakat telah menyiapkan lahan atau tanah kosong untuk menimbun limbah dan memanfaatkannya menjadi pupuk organik,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium
Pablo Nieto menyebut Maverick Vinales bisa dilupakan dalam sehari di MotoGP. Cedera dan konflik dengan KTM membuat masa depannya terancam.
Psikologi mengungkap keterbukaan terhadap pengalaman menjadi sifat yang paling erat kaitannya dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir lintas disipli
Seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Simak daftar 9 instansi penyelenggara, syarat umum, dan persiapan yang perlu dilakukan calon peserta.
nvestigasi mengungkap ratusan dokter palsu berbasis AI membanjiri Facebook dan Instagram untuk mempromosikan suplemen dengan klaim kesehatan yang meraguka