Pergub Insentif DAS Dikebut, Konservasi Hulu-Hilir Diperkuat
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
Tanah Kas Desa - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO— Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Binangun Mulya Sejati, Kalurahan Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo memanfaatkan tanah kas desa seluas 3.000 meter persegi untuk rest area.
Dinamakan Rest Area Kembang Tebu, fasilitas ini dibangun dengan berbagai sumber pendanaan, totalnya mencapai Rp1 miliar lebih.
Direktur BUMDes Binangun Mulya Sejati, Fatkul Qorib, mengatakan bahwa pembangunan dan pengembangan rest area di atas tanah kas desa tersebut tidak hanya mengandalkan dana desa namun juga dana keistimewaan sampai bantuan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) RI.
“Ke depan kami juga akan mengajukan CSR dari BPD DIY. Kami tidak menyebut nominal sih tapi kami menyebutkan kebutuhan-kebutuhan [dalam pengembangan rest area]. Sampai saat ini saja pembangunan dan pengembangan rest area tersebut sudah menelan sekitar Rp1 miliar,” kata Fatkul, Senin (31/7/2023).
Fatkul menambahkan rest area tersebut masih perlu penyempurnaan seperti pemasangan gorden sampai kaca di penginapan yang ada di kompleks tersebut. Sedangkan untuk pemanas air sudah terpasang.
Dia berharap Rest Area Kembang Tebu di Kulonprogo dapat beroperasi secara penuh pada Desember 2023.
BACA JUGA: Trans Jogja Dikonversi Jadi Bus Listrik, Dukung Malioboro Rendah Emisi
Di kawasan rest area tersebut terdapat lima rumah dengan setiap rumah dapat diisi sampai maksimal enam orang. Selama enam bulan terakhir tahun 2023, telah ada beberapa pengunjung yang menginap di rest area tersebut.
“Sementara kami pasang tarif Rp150.000 per dua belas jam. Baru promosi juga kan. Sudah ada yang menginap juga kemarin. Jumlah orangnya lupa tapi total sepuluh malam. Tapi prinsipnya di sana sedang kami kembangkan. Nantinya ada kuliner juga,” katanya.
Selain BUMDes Binangun Mulya Sejati, Kalurahan Jatimulyo memiliki unit usaha lain seperti jasa keuangan mikro, pengelolaan pasar desa, wisata desa di Kembang Soka dan Kedung Pedut, dan agen Bank BRI.
Tahun 2022, BUMDes Binanguan Mulya Sejati baru mendapat laba Rp40 juta dari target Rp50 juta. Jumlah tersebut masih belum memenuhi target. Pembagian laba dengan Pemerintah Desa/Kalurahan Jatimulyo mencapai 50%.
Dengan minimnya laba dan tidak pastinya pengunjung di Kembang Soka dan Kedung Pedut, Fatkul berharap Rest Area Kembang Tebu di atas tanah kas desa ini dapat menjadi penyokong pendapatan BUMDes.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.
Kejati Jateng mengusut dugaan korupsi Smart Classroom di 13 daerah. Harga TV pintar diduga digelembungkan hingga enam kali lipat.
Desil Timbul, tukang becak Kulonprogo, masih tercatat 9 menurut lurah. Sebelumnya BPS menyebut desilnya telah turun menjadi 3.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.