DPRD Sleman Perketat Pengawasan Usai Temuan 11 Bayi di Pakem
DPRD Sleman akan mengevaluasi instansi pemerintah tiap tiga bulan usai temuan 11 bayi di rumah wilayah Pakem, Sleman.
Logo BNPB/Wikipedia
Harianjogja.com, KULONPROGO—Untuk mematangkan rencana kontinjensi (renkon) gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Kulonprogo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo menggelar seminar loka karya (semiloka), Selasa (1/8/2023).
Penyuluh Bencana Direktorat Kesiapsiagaan BNPB DIY, Indah Fitrianasari mengatakan Semiloka tersebut digelar untuk menyaring aspirasi atau saran terhadap dokumen rencana kontinjensi (renkon) bencana. Setelah semiloka digelar, maka BNPB dan BPBD Kulonprogo akan melakukan sosialisasi kepada lebih banyak pihak.
BACA JUGA: Viral Tabrakan Mobil Tewaskan Pak Ogah di Ringroad Barat, Polisi Masih Selidiki Pengemudi
"Kalau dikatakan uji publik, masih belum. Hari ini kami masih meminta masukan dari pihak-pihak terkait. Kamis besok kami tindak lanjuti untuk sosialisasi ke pemangku kepentingan lain," kata Indah ditemui di Komplek Pemda Kulonprogo.
Dia menambahkan sosialisasi tersebut akan menyasar lebih banyak pihak sampai ke organisasi di tingkat desa/kalurahan atau pentahelix. Pentahelix atau multipihak tersusun dari unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media.
"Jadi ketika nanti ada bencana, dokumen tersebut dapat diaktivasi. Ini jadi pedoman ketika darurat bencana. Sudah siap lah karena ada perencanaan," katanya.
Kata Indah, BNPB hanya memberi fasilitasi sampai tahap sosialisasi. Dokumen tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pj Bupati Kulonprogo untuk dapat ditindaklanjuti pengesahannya. "Singkatnya, dokumen ini jadi semacam contekan untuk Pemerintah Kabupaten bertindak," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala BPBD Kulonprogo, Joko Satyo Agus Nahrowi, mengatakan bahwa dokumen renkon tersebut juga masih dapat diubah atau disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan karena sifatnya yang tidak mengikat.
Tambah Nahrowi, apabila terjadi tsunami, gelombang diperkirakan akan tiba kurang dari 30 menit setelah gempa yang kuat. Namun begitu, ketinggian tsunami dapat diprediksi melalui besaran kekuatan gempa. Beberapa tempat yang menjadi titik aman perlindungan tsunami di Kulonprogo antara lain Stadion Cangkring, Lapangan Krembangan, Panjatan; dan Girigondo, Temon.
Penyusunan renkon gempa bumi dan tsunami tersebut difasilitasi oleh BNPB melalui Proyek Prakarsa Ketangguhan Bencana Indonesia atau Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP).
Staf Ahli Bupati Kulonprogo, Eko Pranyoto, mengatakan Pemkab Kulonprogo sangat mengapresiasi dengan adanya semiloka rencana kontingensi bencana tsunami karena dengan begitu ada standar operasional prosedur (SOP) yang jelas untuk mitigasi bencana.
“Kami sangat mengapresiasi karena dengan adanya pembahasan renkon tersebut maka akan ada SOP terkait mitigasi bencana untuk semua pemangku kepentingan sehingga ada gambaran akan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman akan mengevaluasi instansi pemerintah tiap tiga bulan usai temuan 11 bayi di rumah wilayah Pakem, Sleman.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.