Kuota SMP Sleman Tersedia, Disabilitas Wajib Lalui Asesmen dari RS
Siswa disabilitas di Sleman wajib asesmen RSUD untuk jalur afirmasi SPMB SMP 2026 sebagai syarat penerimaan sekolah negeri.
Ilustrasi obesitas./Daily Express
Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo menyatakan skrining obesitas yang telah dilakukan pada 2022 menunjukkan terdapat 2.559 anak sekolah dasar (SD) mengalami obesitas. Obesitas dapat dipicu oleh kurangnya aktivitas fisik dan asupan yang berlebih.
Situs miliki Kementerian Kesehatan menjelaskan obesitas merupakan suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh yang berlebihan. Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dengan keluaran energi sehingga terjadi kelebihan energi yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak.
BACA JUGA : Kasus Obesitas pada Anak di Bantul Naik, Wilayah Perkotaan Paling Banyak
Kepala Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan tahun 2022 melakukan skrining kepada 26.849 anak SD. Hasilnya adalah sebanyak 2.559 anak mengalami obesitas. Apabila membandingkan dengan hasil skrining terhadap pelajar SMP dan SMA maka angka obesitas anak SD tergolong tinggi.
“Hasil skrining tahun lalu kami lakukan kepada anak SD, SMP, dan SMA. Anak SD yang diperiksa ada 26.849 orang dengan hasil 2.559 anak masuk kategori obesitas,” kata Sri dihubungi, Sabtu (5/8/2023).
Ia menambahkan hasil skrinining terhadap 9.707 pelajar SMP menunjukkan 585 orang obesitas. Lalu, skrinining terhadap 5.481 pelajar SMA menunjukkan 246 orang obesitas. Jumlah tersebut tentu memiliki gap yang jauh dengan obesitas yang menjangkiti anak SD di atas.
Skrinining juga dilakukan terhadap warga berusia 18 tahun ke atas. Dari 75.318 sasaran skrining, sebanyak 6.403 di antaranya obesitas. Begitupun dengan sasaran skrining terhadap 20.684 balita yang 791 di antaranya obesitas.
Lebih jauh, Sri menjelaskan dari ribuan orang obesitas tersebut mulai dari balita sampai warga berusia 18 tahun ke atas, tidak ditemukan kasus kematian.
Penanganan obesitas dilakukan dengan mengimplementasikan Peraturan Bupati (Perbup) Kulonprogo Nomor 46/2023 tentang Rencana Aksi Daerah Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat 2023-2026.
BACA JUGA : Terlalu Sering Makan Mi Instan Bisa Bikin Gemuk, Berikut Penjelasan Pakar Gizi
Pada bagian lampiran dalam Perbup tersebut, masing-masing OPD telah memiliki kegiatan utama terkait Germas Hidup Sehat seperti Dinkes yang menetapkan peningkatan pendidikan mengenai gizi seimbang dan pemberian ASI eksklusif sebagai kegiatan utama. Kemudian Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo menetapkan sosialisasi pangan beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) sebagai kegiatan utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa disabilitas di Sleman wajib asesmen RSUD untuk jalur afirmasi SPMB SMP 2026 sebagai syarat penerimaan sekolah negeri.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.