Advertisement
Keroncong Plesiran Jadi Wadah Promosi Wisata & Pemberdayaan Masyarakat
Gelaran Keroncong Plesiran Vol.7 yang digelar di Asram Edupark, Sleman, Sabtu (5/8/2023).Harian Jogja - Catur Dwi Janati
Advertisement
JOGJA—Keroncong Plesiran Volume 7 sukses menjadi magnet festival musik keroncong di Jogja. Dihadiri ribuan pencinta musik, festival yang digelar di Asram Edupark, Mlati, Sleman, Sabtu (5/8/2023) malam, tak hanya terus menggaungkan musik keroncong, namun juga memberdayakan masyarakat sebagai wadah promosi potensi wisata.
Plh. Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kurniawan menuturkan selama tujuh tahun digelar, Keroncong Plesiran menjadi jujugan para peminat musik keroncong di DIY maupun luar daerah. Dengan konsep pariwisata, 1.500 tiket Keroncong Plesiran yang digelar ludes diborong pencinta musik keroncong. “Peminat dari luar kota cukup banyak, karena konsepnya wisata.
Advertisement
Jadi, acara ini mampu mendatangkan orang dari luar daerah untuk datang ke Jogja,” kata Kurniawan saat ditemui Sabtu malam.
Digelar di Asram Edupark, Keroncong Plesiran menghadirkan banyak musisi musik keroncong, di antaranya Simphony Kerontjong Muda dengan enam vokalis yakni Tami Aulia, Okky Kumala, Nyoman Paul, Andika Mahesa, Nabila Maharani hingga Jhony Iskandar. Kemudian ada penampilan kelompok keroncong muda Grup Kos Atos bersama Iksan Skuter, Sri Redjeki, Paksi Band dan sejumlah penampilan lainnya.
Baca juga: Merti Dusun, Warga Padukuhan Singosaren Gelar Kirab Budaya
“Musik keroncong biasanya hanya dinikmati orang tua, oleh karena itu Simphony Kerontjong Muda kemudian membuat variasi dengan mengusung semua genre dalam musik keroncong. Hal ini untuk memancing agar anak muda semakin suka kepada musik keroncong,” katanya.
Tak hanya terpaku pada keroncong sebagai gelaran inti yang disuguhkan, skema pemberdayaan masyarakat dalam Keroncong Plesiran juga dipikirkan. Masyarakat dilibatkan dalam beragam lini, mulai dari stan UMKM, kepanitiaan acara, hingga perpakiran. Hal ini selaras dengan konsep wisata yang memberdayakan masyarakat. “Kami berkomitmen acara ini harus disertai dengan pemberdayaan masyarakat sehingga ada bazar UMKM, bahkan panitia juga melibatkan warga sekitar,” kata dia. “Ke depan akan dicoba ke lokasi wisata yang agak jauh, misalnya di Kulonprogo, sehingga destinasi wisata yang belum terkenal bisa dipromosikan,” katanya.
Kurniawan berharap Keroncong Plesiran tetap menjadi magnet festival yang bisa mendatangkan wisatawan ke Jogja. “Target kami justru wisatawan dari luar Jogja, sehingga konsep pariwisatanya tetap bisa membantu mendongkrak kunjungan, lama tinggal dan belanja wisatawan,” katanya.
Salah satu penampil, Iksan Skuter menilai konsep Keroncong Plesiran Vol. 7 sangat menarik karena dapat menggabungkan musik keroncong dengan genre musik lain dibalut konsep pertunjukan yang kekinian. “Biasanya keroncong itu identik dengan lawas dan jadul, ternyata musik keroncong bisa dikemas dan dikolaborasikan dengan cara penyuguhan kesenian pertunjukan, dan itu sangat menarik,” tuturnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Brimob Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Cikarang dan Cakung
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Hujan Guyur Sleman, Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Mobil
- Jadwal KA Bandara YIA-Tugu Beroperasi Normal Minggu 18 Januari 2026
- SIM Keliling Jogja Januari 2026, Ada Layanan Malam di Alun-Alun Kidul
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 18 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal SIM Keliling Bantul Januari 2026, Ini Lokasi dan Waktunya
Advertisement
Advertisement



