Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026 Hadir di Seluruh Indonesia
BRI menggelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026 dengan menawarkan lebih dari 5.000 aset di seluruh Indonesia pada 1 Oktober–30 November 2026.
Gelaran Keroncong Plesiran Vol.7 yang digelar di Asram Edupark, Sleman, Sabtu (5/8/2023).Harian Jogja/Catur Dwi Janati
JOGJA—Keroncong Plesiran Volume 7 sukses menjadi magnet festival musik keroncong di Jogja. Dihadiri ribuan pencinta musik, festival yang digelar di Asram Edupark, Mlati, Sleman, Sabtu (5/8/2023) malam, tak hanya terus menggaungkan musik keroncong, namun juga memberdayakan masyarakat sebagai wadah promosi potensi wisata.
Plh. Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kurniawan menuturkan selama tujuh tahun digelar, Keroncong Plesiran menjadi jujugan para peminat musik keroncong di DIY maupun luar daerah. Dengan konsep pariwisata, 1.500 tiket Keroncong Plesiran yang digelar ludes diborong pencinta musik keroncong. “Peminat dari luar kota cukup banyak, karena konsepnya wisata.
Jadi, acara ini mampu mendatangkan orang dari luar daerah untuk datang ke Jogja,” kata Kurniawan saat ditemui Sabtu malam.
Digelar di Asram Edupark, Keroncong Plesiran menghadirkan banyak musisi musik keroncong, di antaranya Simphony Kerontjong Muda dengan enam vokalis yakni Tami Aulia, Okky Kumala, Nyoman Paul, Andika Mahesa, Nabila Maharani hingga Jhony Iskandar. Kemudian ada penampilan kelompok keroncong muda Grup Kos Atos bersama Iksan Skuter, Sri Redjeki, Paksi Band dan sejumlah penampilan lainnya.
Baca juga: Merti Dusun, Warga Padukuhan Singosaren Gelar Kirab Budaya
“Musik keroncong biasanya hanya dinikmati orang tua, oleh karena itu Simphony Kerontjong Muda kemudian membuat variasi dengan mengusung semua genre dalam musik keroncong. Hal ini untuk memancing agar anak muda semakin suka kepada musik keroncong,” katanya.
Tak hanya terpaku pada keroncong sebagai gelaran inti yang disuguhkan, skema pemberdayaan masyarakat dalam Keroncong Plesiran juga dipikirkan. Masyarakat dilibatkan dalam beragam lini, mulai dari stan UMKM, kepanitiaan acara, hingga perpakiran. Hal ini selaras dengan konsep wisata yang memberdayakan masyarakat. “Kami berkomitmen acara ini harus disertai dengan pemberdayaan masyarakat sehingga ada bazar UMKM, bahkan panitia juga melibatkan warga sekitar,” kata dia. “Ke depan akan dicoba ke lokasi wisata yang agak jauh, misalnya di Kulonprogo, sehingga destinasi wisata yang belum terkenal bisa dipromosikan,” katanya.
Kurniawan berharap Keroncong Plesiran tetap menjadi magnet festival yang bisa mendatangkan wisatawan ke Jogja. “Target kami justru wisatawan dari luar Jogja, sehingga konsep pariwisatanya tetap bisa membantu mendongkrak kunjungan, lama tinggal dan belanja wisatawan,” katanya.
Salah satu penampil, Iksan Skuter menilai konsep Keroncong Plesiran Vol. 7 sangat menarik karena dapat menggabungkan musik keroncong dengan genre musik lain dibalut konsep pertunjukan yang kekinian. “Biasanya keroncong itu identik dengan lawas dan jadul, ternyata musik keroncong bisa dikemas dan dikolaborasikan dengan cara penyuguhan kesenian pertunjukan, dan itu sangat menarik,” tuturnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BRI menggelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026 dengan menawarkan lebih dari 5.000 aset di seluruh Indonesia pada 1 Oktober–30 November 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.