Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Aktivitas pembuangan sampah di TPAS Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari, Rabu (11/5/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mengaku harus mengkaji terlebih dulu soal upaya membantu pengelolaan sampah dari Kota Jogja selama TPA Piyungan ditutup. Hal ini tak lepas dari kondisi TPAS Wukirsari yang mulai penuh.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan sudah ada informasi berkaitan dengan permintaan untuk membantu dalam pengelolaan sampah dari luar daerah. Dia tidak menampik, selama TPA Piyungan ditutup, persoalan sampah muncul, khususnya di Kota Jogja.
Untuk itu, seperti diberitakan sebelumnya, Pemda DIY meminta sejumlah daerah tidak mengedepankan ego sektoralnya dan bersedia membantu Pemkot Jogja memecahkan masalah sampah. “Memang ada permintaan agar Gunungkidul bisa menampung sampah-sampah ini,” katanya, Rabu (9/8/2023).
Meski demikian, Sunaryanta belum bisa memberikan kepastian. Dia berdalih tetapi harus membuat kajian terkait dengan daya tampung di TPAS Wukirsari.
BACA JUGA: Pemda DIY Dorong Pemkab Gunungkidul Ikut Bantu Tampung Sampah Kota Jogja
Selain itu, dia juga mengaku perlu meminta pertimbangan dari warga sekitar TPAS terkait dengan kebijakan pembuangan tersebut. Terlebih lagi, sampah yang akan dibuang tidak sedikit karena bisa mencapai 70 truk setiap harinya. “Masyarakat sekitar harus didengarkan. Kalau ada penolakan, maka tidak bisa diabaikan aspirasi tersebut. Tetapi yang jelas, kami akan kaji terlebih dahulu,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan di dalam Perda No 14/2020 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Tangga melarang adanya aktivitas pembungan sampah dari luar daerah.
Namun demikian, di dalam aturan tersebut juga membuka kesempatan adanya pengelolaan bersama, tapi ia mengakui hingga sekarang belum ada surat resmi. “Kalau sebatas informasi sudah ada, tapi kalau secara resmi belum ada,” katanya.
Menurut dia, adanya kajian terkait dengan potensi pengelolaan bersama daerah lain sangat penting. Hal ini menyangkut kapasitas dari TPAS Wukirsari yang semakin penuh.
Dia tidak menampik kondisi TPAS Wukirsari saat ini memang sudah menuju overload. Adapun, upaya perluasan area pengolahan juga masih terbentur kendala anggaran sehingga program tersebut masih sebatas wacana. “Intinya kami ikut arahan dari pimpinan [Bupati Gunungkidul]. Tetapi, dari sisi kapasitas, juga harus diperhatikan sehingga tidak memunculkan masalah baru nantinya,” kata Hary.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.