Dana Desa Sleman 2026 Terserap 51,97%, Banyak Data Realisasi Belum Diinput
Realisasi Dana Desa Sleman 2026 tercatat 51,97% per 8 Oktober. DPMK menyebut masih banyak realisasi di lapangan yang belum diinput.
Suasana peresmian SPKLU Ultra Fast Charging di kantor PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Wates, Rabu (9/8/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengguna mobil listrik di Kulonprogo kini tak perlu lagi kebingungan jika hendak mengisi daya kendaraannya. Pasalnya, di Kulonprogo kini telah tersedia Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging yang berlokasi di kantor PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Wates.
SPKLU tersebut diklaim mampu mengisi baterai mobil dengan durasi 15-30 menit.
General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Jateng dan DIY, Mochamad Soffin Hadi mengatakan bahwa untuk beberapa jenis mobil, SPKLU di PT PLN ULP Wates tersebut dapat mengisi daya hanya 15 menit.
“Beberapa mobil dengan kapasitas 35 kWh hanya memakan waktu 15 menit untuk durasi pengisian. Mobil lain dengan kapasitas 65 kWh bisa sampai 30 menit,” kata Soffin ditemui di PT PLN ULP Wates, Rabu (9/8/2023).
Soffin menambahkan biaya pengisian daya baterai mobil listrik jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan biaya untuk membeli bahan bakar minya (BBM). Kata dia, 1 kWh hanya memakan biaya Rp2.465. Daya 1 kWh tersebut dapat dipakai untuk 20 menempuh jarak 20 kilometer. “Kalau dibandingkan dengan biaya BBM biasa bisa hemat 70 persen. Itu merupakan nilai tambah bagi pengguna kendaraan listrik,” katanya.
Adapun cara menggunakan SPKLU tersebut, pertama pengguna harus mengunduh aplikasi PLN Mobile. Di dalamnya pengguna akan melihat beberapa pilihan antara lain tukar baterai, SPKLU dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).
Pengguna mobil listrik kemudian harus memilih SPKLU. “Pindai saja nanti. Lalu tinggal pilih berapa kWh yang ingin diisikan. Baru [noselnya] dicolokkan ke bodi mobil. Transaksi yang terjadi nanti sudah terekam,” ucapnya.
BACA JUGA: Pakai Mobil Listrik? Tak Perlu Cemas, Ini Lokasi Ngecas Baterai Kendaraan Listrik di Gunungkidul
Nantinya, Soffin mengaku PLN akan menambah lagi SPKLU, tepatnya di Malioboro; Ambarrukmo, Sleman; dan di sekitar International Airport Yogyakarta.
Lebih jauh dia menegaskan kendaraan listrik menjadi solusi jejak negatif karbon. Katanya, penggunaan BBM dan bahan bakar fosil menyumbang 280 juta ton karbon yang dilepas di udara Indonesia. Akibatnya adalah temperatur di Bumi meningkat. Begitupun mencairnya es di kutub sehingga air laut semakin naik.
Sementara itu, Pj Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan bahwa pendirian SPKLU tersebut merupakan yang pertama di kawasan lintas selatan.
Dia berharap SPKLU tersebut dapat menjadi pemicu untuk pendirian SPKLU lain. Di DIY, kata dia, becak motor akan menjadi sasaran konversi ke becak listrik. Dengan begitu emisi karbon dapat dikurangi utamanya di DIY. “Kendaraan listrik itu selain tidak bising juga tidak mengeluarkan emisi. BBM yang semakin menipis juga dapat dihemat,” kata Made ditemui di PT PLN ULP Wates, Rabu (9/8/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi Dana Desa Sleman 2026 tercatat 51,97% per 8 Oktober. DPMK menyebut masih banyak realisasi di lapangan yang belum diinput.
TNI AU mengerahkan 15 personel Lanud Sjamsudin Noor untuk memadamkan karhutla di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Calvin Verdonk menjadi pemain Indonesia pertama di Liga Champions saat Lille kalah 0-3 dari Arsenal lewat gol Timber, Eze, dan Saka.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku tentang Gus Dur di Kulonprogo untuk meningkatkan budaya baca sekaligus mengangkat nilai toleransi, keberagaman, dan k
Jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo Oktober 2026, lengkap dengan lokasi MPP, Satpas, SIM Keliling, SIMENOR, dan syaratnya.
Jadwal perpanjangan SIM Gunungkidul Oktober 2026, lengkap dengan lokasi SIMMADE, SIMPITU, SIM Keliling, dan jam pelayanan.