Advertisement

Antisipasi Kecelakaan Laut, SAR Gunungkidul dan UGM Teliti Rip Current

Newswire
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 17:47 WIB
Maya Herawati
Antisipasi Kecelakaan Laut, SAR Gunungkidul dan UGM Teliti Rip Current Petugas memasang rambu peringatan bahaya di kawasan Pantai Parangtritis untuk mencegah adanya laka laut, Senin (24/4/2023) - Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim Pencarian dan Penyelamatan Satuan Perlindungan Masyarakat Wilayah II Kabupaten Gunungkidul, bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan penelitian mengenai rip current untuk mengantisipasi kecelakaan laut.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam website resminya, rip current adalah arus kuat dari air laut yang yang bergerak menjauh dari pantai. Mereka bahkan dapat menyapu perenang terkuat sekali pun ke laut.

Advertisement

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron Surisdiyanto di Gunungkidul, Jumat (25/8/2023), mengatakan rip current atau arus balik yang terkonsentrasi pada sebuah jalur sempit, yang memecah zona empasan gelombang hingga melewati batas zona gelombang pecah.

"Berdasarkan hasil penelitian dari UGM,  arus balik ditemukan di Pantai Sepanjang," kata Surisdiyanto.

Ia mengatakan, tim dari UGM menggunakan cairan berwarna hijau di sisi timur dan barat Pantai Sepanjang. Setelah cairan dilemparkan ke tepi pantai akan tertarik oleh arus laut. "Di Pantai Sepanjang ada dua lokasi  arus balik," katanya.

BACA JUGA: Beli LPG 3 Kg Pakai KTP, Pedagang Warung Bilang Ribet

Dia mengatakan arus balik sangat membahayakan bagi wisatawan yang mandi di bibir pantai. Hal ini dikarenakan hampir setiap kecelakaan laut selain pengunjung nekat, juga diperparah dengan adanya rip current. "Kebanyakan wisatawan itu diingatkan nekat, dan terseret rip current," katanya.

Surisdiyanto mengatakan hasil penelitian dari UGM soal  arus balik digunakan sebagai acuan tim penyelamat untuk mengingatkan pengunjung.

"Kami meminta kepada pengunjung untuk mematuhi imbauan petugas saat berkunjung," katanya.

Dosen Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis Departemen Teknologi Kebumian Sekolah Vokasi UGM Hendy Fatchurohman mengatakan rip current adalah ancaman besar di seluruh dunia menelan ratusan korban, karena biasanya tidak mengetahui ancaman. Salah satu tujuan memberikan edukasi pada masyarakat, efek dramatis dengan cairan pewarna.

Pewarna ini akan memudahkan deteksi rip current, dan secara visual akan terlihat dengan jelas. Membantu masyarakat memahami efek dirasakan.

"Rip current itu adalah arus yang lebarnya sangat sempit tetapi sangat kuat menarik ke lautan. Jadi dia terbentuk di sekitar garis pantai," kata Hendy.

Ia mengatakan, rip current di Gunungkidul memiliki tipe menetap. Untuk sisi barat sedikit berbeda meski dipengaruhi arus dasar perairan, namun dipengaruhi tebing sisi barat. Atau rip current karena ada pembatas, biasanya arusnya berbelok di sekitar tebing. "Kalau lebih jauh datanya masih kita olah seperti kecepatan dan jaraknya sejauh dari bibir pantai masih kita proses nanti," kata Hendy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja
Pemda DIY Susun DRMP Sumbu Filosofi

Pemda DIY Susun DRMP Sumbu Filosofi

Jogjapolitan | 7 hours ago

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri

News
| Jum'at, 04 April 2025, 06:17 WIB

Advertisement

alt

Bosan Saat Berada di Area Jalur Tol Trans Jawa? Coba Jajal Lokasi Wisata Ini

Wisata
| Rabu, 02 April 2025, 10:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement