Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Longsor Lereng Jono
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Tim pengabdian UAD, mahasiswa, dan warga Perdukuhan Tulasan berfoto bersama./ Istimewa
BANTUL—Tim Pengabdian UAD yang memperoleh dana hibah dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat melakukan rangkaian kegiatan pada Minggu (3/9/2023)
Pengabdian tersebutmengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Padukuhan Tulasan Untuk Optimalisasi Produk Sabun Turunan Pertanian Serai Menggunakan Teknologi Internet of Things dan Sistem Cerdas. Lokasi pengabdian berada di Perdukuhan Tulasan, Kalurahan Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY.
Dalam kegiatan ini, tim pengabdian terdiri dari 3 dosen yang beranggotakan Haris Imam Karim Fathurrahman, M.Sc., Dr. Nurul Hidayah, S.Si., dan Liya Yusrina Sabila, M.T., dibantu tim pengabdian mahasiswa mengadakan rangkaian kegiatan pertama dalam rangka kegiatan pengabdian dengan bentuk sosialisasi mengenai Pemanfaatan Hasil Pertanian Serai Menjadi Minyak Atsiri dan Sabun Padat.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) pada bulan Juli lalu berupa pencermatan potensi perdukuhan untuk melihat kebutuhan warga khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) dan anggota PKK. Hasil dari FGD didapatkan fakta bahwa warga membutuhkan adanya pengembangan ilmu dalam mengolah tanaman serai sehingga menjadi produk turunan yang lebih komersil. Temuan tersebut direspons secara simultan oleh Tim Pengabdian UAD dengan perencanaan sosialisasi dan workshop pengolahan produk turunan pertanian serai.
Sosialisasi Berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu atau tanggal 2 dan 3 September 2023 dengan pemateri Dr. Nurul Hidayah, S.Si. yang memiliki latar belakang keilmuan teknologi pangan. Kegiatan sosialisasi mendapat respon positif baik dari warga maupun KWT dan PKK yang diundang. Terlihat warga sangat antusias menghadiri dan berperan aktif dalam kegiatan tersebut.
Dari kegiatan yang dilangsungkan, warga mengaku mendapatkan ilmu baru yang sesuai dengan kebutuhan dan jawaban permasalahan yang terdapat pada padukuhan.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, warga khususnya anggota KWT dan PKK mendapatkan ilmu baru. Materi yang disampaikan jelas dan mudah dipahami. Pertanyaan yang diajukan dari peserta, dijawab dengan baik oleh pemateri. Kami berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan” kata Dimas Fajar selaku Dukuh atau Kepala Dusun Tulasan.
“Kami berharap akan ada lanjutan kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan sabun menggunakan alat penyulingan” tambah Munawaroh selaku anggota PKK.
“Kegiatan ini merupakan awal dari rangkaian acara pengabdian dan diharapkan membuka sudut pandang baru bagi warga dan sebagai pembuka cakrawala pengolahan pertanian serai” ungkap Haris Imam KF setelah acara berlangsung.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan pengisian lembar evaluasi dan sesi foto bersama tim pengabdian UAD, tim mahasiswa, dan warga Perdukuhan Tulasan. Rencananya, rangkaian kegiatan selanjutnya akan mengusung tema implemntasi praktis penyulingan dan pengolahan minyak serai menjadi sabun. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.
Inter Miami dikabarkan selangkah lagi merekrut Casemiro dengan status bebas transfer untuk bermain bersama Lionel Messi di MLS.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Kamis 21 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.
Jadwal pemadaman listrik Jogja hari ini Kamis 21 Mei 2026 terjadi di Gejayan, Bantul, Gunungkidul, dan Sedayu akibat pemeliharaan PLN.