Anak Sekolah di Sleman Banyak Alami Tekanan Darah Tinggi
Skrining CKG Sleman ungkap tingginya hipertensi, gangguan mental, dan karies gigi pada anak sekolah 2025–2026.
Lahan pekarangan seluas 2.000 meter persegi di Giripeni, Wates, Kulonprogo terbakar pada Kamis (7/9/2023). /Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Lahan pekarangan seluas 2.000 meter persegi di Kalurahan Giripeni, Wates, Kulonprogo terbakar pada Kamis (7/9/2023). Api cepat menyebar karena terdapat banyak daun jati kering membuat warga sekitar khawatir.
Lurah Giripeni, Iswanto Adi Saputro, mengatakan kebakaran tersebut dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah oleh warga.
“Jadi ada warga yang membakar sampah. Di sana banyak daun jati kering. Bertepatan juga musim kemarau kan jadi cepat membesar apinya,” kata Adi dihubungi, Kamis (7/9/2023).
BACA JUGA : Kebakaran Hutan dan Lahan Dipadamkan, Akses Wisata Gunung Bromo Dibuka Lagi
Adi menambahkan dirinya sempat khawatir karena api membesar. Padahal di sampai pekarangan tersebut ada perumahan warga dan rusun Giripeni. Jelasnya, kebakaran api mulai meluas sekitar pukul 13.30 WIB. Dari total luas lahan pekarangan 5.000 meter persegi, 2.000 meter persegi terbakar habis. Setelah pihaknya memberi kabar ke BPBD, pemadam kebakaran datang bersama bantuan lain.
“Tadi itu ada dua pemadam kebakaran dan satu tangki PMI serta satu tangki Tagana. Beberapa relawan juga ikut seperti dari TNI,” katanya.
Warga pembakar sampah yang juga pemilik lahan merupakan lansia. Atas peristiwa tersebut, Adi memberi imbauan kepada warga agar berhati-hati atau tidak membakar sampah. “Alhamdulilah bisa dipadamkan. Proses pemadamam butuh sekitar satu jam,” ucapnya.
BACA JUGA : Dua Kebakaran Terjadi di Bantul dalam Satu Hari
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa, membenarkan kebakaran terjadi akibat warga yang membakar sampah.
“Benar ada kebakaran tadi. Jadi ada warga bakar sampah lalu apinya merembet ke semak-semak,” kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining CKG Sleman ungkap tingginya hipertensi, gangguan mental, dan karies gigi pada anak sekolah 2025–2026.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.