The Ascott Limited Hadirkan Oakwood Yogyakarta
Oakwood Yogyakarta menghadirkan pengalaman hunian modern yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan bisnis maupun rekreasi.
Suasana acara Rembag Kaistimewan bertajuk Momenku Siap Berkemas, Kamis (14/9/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
JOGJA—Upaya memberantas kemiskinan dan pengurangan pengangguran di wilayah DIY kini mulai menyasar murid SMK dengan program Momenku Siap Berkemas yang merupakan akronim dari Model Manajemen Kelompok Usaha Siswa Partisipasi Berantas Kemiskinan Masyarakat.
Kegiatan yang sudah dimulai sejak 2022 lalu dengan menggunakan Dana Keistimewaan itu telah melahirkan wirausaha muda di berbagai sekolah.
Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya menjelaskan program ini merupakan sebuah gerakan di sekolah atau SMK yang memodifikasi dan mengembangkan pendidikan kewirausahaan agar benar-benar terimplementasi, sehingga sekolah bisa melahirkan pengusaha meskipun masih berstatus sebagai pelajar.
Tahapannya dimulai dari proses penyadaran, pemberdayaan, pengembangan dan pemantapan agar usaha bisa memberikan manfaat di masyarakat. "Dasar program ini untuk menekan pengangguran dari kalangan SMK. Kemudian pekerjaan yang dulu banyak dilakukan pelajar SMK kan karena perkembangan teknologi sekarang jadi berkurang, sehingga belum bisa menyerap semua lulusan SMK," jelasnya dalam acara Rembag Kaistimewan bertajuk Momenku Siap Berkemas, Kamis (14/9/2023).
Menurut Didik, pihaknya mencoba memodifikasi program merdeka belajar pada gerakan itu, sehingga proses belajar di SMK bisa lebih impelentatif dan melahirkan wirausaha muda.
BACA JUGA: Komunitas Pengusaha Targetkan Kontribusi 3,95 Persen Wirausaha Nasional
Pasalnya, dalam model pembelajaran sebelumnya murid hanya diajarkan untuk membuka usaha yang dimiliki oleh pihak sekolah, sehingga ketika mereka lulus usaha yang sudah dirintis tidak bisa dibawa dan harus membuka usaha dari nol lagi.
"Sampai sekarang program wirausaha belia sudah masuk angkatan kedua melalui gerakan Momenku Siap Berkemas dan telah melahirkan 91 wirausaha dari berbagai bidang usaha," jelas dia.
Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan DIY, Nugraha Wahyu Winarna mengatakan program ini tentu sangat luar biasa dalam menumbuhkan minat wirausaha sejak dini, pihaknya dari paniradya tentu sangat mendukung.
Gerakan ini sudah dilakukan sejak 2022 dan awalnya hanya melahirkan sembilan orang wirausaha muda. Kini program itu berkembang pesat dan sudah menjaring puluhan wirausaha muda.
"Tahun depan kami tentu berharap semakin berkembang. Disdikpora DIY juga sudah mengajukan kembali untuk 30 kelompok pakai Danais pada 2024, tentunya kami harapkan semakin meluas dan cita-cita generasi muda itu bisa ditingkatkan lebih banyak lagi yang menerima manfaatnya," kata Nugraha.
Wirausaha Belia SMK Al-Hikmah Gunungkidul, Muhammad Alva Priyandhito yang merintis usaha sebagai peloper sayur dan jamur dari petani ke pedagang mengaku sangat terbantu dengan program ini. Ia mengaku memilih usaha itu karena terinspirasi dari orang tuanya yang juta seorang pedagang di pasar.
"Saat terlibat dalam program ini semakin banyak yang kenal saya dan banyak yang mau jual hasil sayurnya ke saya. Sangat membantu dan menaikkan omzet," ujarnya.
Hanisa Rachel Novariska, salah seorang wirausaha belia lainnya dari SMK Muhammadiyah 4 Jogja pun demikian. Remaja ini membuka usaha fesyen desainer dan karyanya telah diikutsertakan dalam berbagai pameran fesyen tingkat lokal dan nasional. Sejak SMP ia mengaku sudah menggeluti bidang tersebut dan sudah mendapat penghargaan dari Pemda DIY. "Cita-cita saya ke depan bisa menembus pameran internasional untuk membawa nama Jogja," kata Rachel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Oakwood Yogyakarta menghadirkan pengalaman hunian modern yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan bisnis maupun rekreasi.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)