Komisi B Usulkan Integrated Farming hingga Agrowisata di Jogja
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan Rumah Sakit Hewan, integrated farming, bioflok, dan agrowisata untuk meningkatkan PAD.
Potorono Edu Park - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL–Bertepatan dengan peringatan World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia pada 2023, Potorono Edu Park di Bantul dideklarasikan sebagai destinasi wisata ramah anak.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul Endri Astuti menyampaikan penyematan destinasi ramah anak tersebut diberikan karena Potorono Edu Park dinilai sebagai destinasi wisata yang ramah dan aman bagi anak. Sebagai destinasi wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalurahan Potorono, Potorono Edu Park menawarkan potensi wisata yang dapat dinikmati keluarga.
“Terkait dengan pariwisata kita mengembangkan objek wisata termasuk dalam kearifan lokal. Ini termasuk pendukung pariwisata,” katanya, Kamis (28/9/2023).
Saat ini menurut Endri hampir seluruh destinasi wisata di Kabupaten Bantul telah diarahkan menjadi destinasi ramah anak. Agar dapat menjadi destinasi ramah anak menurut Endri destinasi wisata tersebut harus memberikan fasilitas dan pelayanan yang aman, dan menjamin keselamatan anak selama berwisata.
“Semuanya [destinasi wisata] sudah mulai ke arah situ, ramah anak. Kualifikasi destinasi wisata ramah anak itu aman bagi anak-anak dan pengawasannya terjangkau. Fasilitasnya mendukung untuk anak-anak bisa bermain di situ,” katanya.
BACA JUGA: Lereng Gunung Merbabu Kebakaran, Pemadaman Dilakukan dengan Alat Seadanya
CEO Lestari Wisata Jogja, Imam Prayitno menyampaikan deklarasi tersebut sebagai upaya mengukuhkan Potorono Edu Park sebagai destinasi wisata yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan keluarga.
“Kami deklarasikan Potorono Edu Park ini sebagai salah satu destinasi wisata di DIY pilihan keluarga destinasi wisata ramah anak. Deklarasi ini ditandai dengan membubuhkan tanda tangan oleh Dispar Kabupaten Bantul dan juga Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon [Forkompimkap] Banguntapan,” katanya saat ditemui di Potorono Edu Park, Kamis (28/9/2023).
Destinasi tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas beragama yang mendukung aktivitas wisata keluarga. Dia pun berharap Potorono Edu Park dapat menjadi destinasi wisata keluarga analan di Kabupaten Bantul.
“Ke depan semoga Potorono Edu Park [di Bantul] ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, sehingga Potorono Edu Park sendiri mampu berkembang dengan baik sesuai yang diharapkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan Rumah Sakit Hewan, integrated farming, bioflok, dan agrowisata untuk meningkatkan PAD.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.