Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Macam-macam alat kontrasepsi untuk Program Keluarga Berencana - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Salah satu prosedur Keluarga Berencana (KB) yakni Metode Operasi Wanita (MOW) yang diprogramkan Pemkab Bantul diklaim mendapatkan antusias yang masif dari masyarakat, melampaui jumlah yang ditargetkan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bantul, Ninik Istiarini, menjelaskan dari 130 yang ditargetkan tahun ini, masyarakat yang mendaftar sebanyak 150 orang.
Dengan jumlah peserta yang melampaui target tersebut, maka sisanya harus menunggu pada periode berikutnya dengan anggaran perubahan. “Sampai sekarang 150-an [peserta]. Ini yang sisanya kita suruh nunggu dulu karena anggarannya di perubahan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Dalam program ini, setiap peserta digratiskan mengikuti KB, bahkan malah diberi uang transport. “Gratis dan dapat reward. Kalau yang putri kita kasih transport Rp300.000, kalau yang laki-laki dapat Rp1 juta,” ungkapnya.
BACA JUGA: Hari Kontrasepsi Sedunia, Pemkot Jogja Bidik Target 1.554 Keluarga
Adapun jika melakukan secara mandiri di fasilitas kesehatan, menurutnya biaya yang harus dibayarkan cukup mahal. Fenomena ini menurutnya menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat akan KB yang lebih baik. “Mulai ada kesadaran masyarakat. MOW itu salah kontrasepsi yang kita istilahkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang,” paparnya.
Prosedur MOW menurutnya termasuk dalam prosedur KB yang tidak hormonal, sehingga lebih minim risiko pada tubuh. “Kalau yang tidak hormonal tidak berpengaruh ke tubuh kita. Kalau hormonal berpengaruh, bisa ada risiko ada penyakit,” kata dia.
Secara teknis, MOW atau yang bisa juga disebut tubektomi adalah prosedur pemotongan atau pengikatan tuba falopi, yakni saluran indung telur. Saluran ini yang menghubungkan ovarium ke rahim. Prosedur ini bisa menurunkan risiko kanker ovarium.
Selain MOW, prosedur KB lain yang tidak hormonal di antaranya ayudi, Metode Operasi Pria (MOP) dan implant. “Tidak termasuk yang hormonal. Tidak berisiko. Masyarakat mulai bisa paham bisa membedakan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Presiden Prabowo menyerahkan simbolis pesawat Rafale, Falcon 8X, dan A400M kepada TNI AU di Halim Perdanakusuma.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.