Update Jadwal KA Bandara YIA, Cepat & Tepat Waktu
Jadwal KA Bandara YIA 2026 lengkap dari Tugu Jogja ke YIA. Transportasi cepat, bebas macet, dan tepat waktu.
Ketua Asmindo DIY Sapto Daryono di sela kegiatan Musda Asmindo ke-7 dan Pengukuhan Pengurus Komda DIY Masa Bakti 2023-2028 di Jogja Expo Center (JEC), Selasa (17/10/2023).
Harianjogja.com, BANTUL—Peningkatan SDM pelaku industri permebelan dan kerajinan Indonesia (Asmindo) di DIY masih menjadi pekerjaan rumah yang akan dilakukan pengurus baru Asmindo Komda DIY masa bakti 2023-2028.
"Para anggota Asmindo khususnya di wilayah DIY perlu mendapatkan pelatihan pengembangan SDM dan mengoptimalkan pasar domestik atau dalam negeri. Ini menjadi salah satu tantangan kami ke depan," kata Ketua Asmindo DIY Periode 2023-2028, Sapto Daryono, Kamis (19/10/2023).
Sapto didapuk untuk menahkodai Asmindo DIY lima tahun ke depan. Sapto menggantikan posisi Timbul Raharjo yang beberapa waktu lalu meninggal dunia. Pelantikan Sapto dilakukan bersamaan dengan kegiatan Musda Asmindo ke-7 dan Pengukuhan Pengurus Komda DIY Masa Bakti 2023-2028 di Jogja Expo Center (JEC), Selasa (17/10/2023).
"Kami akan terus melakukan pemberdayaan UMKM mebel dan kerajinan dengan cara menggelar pelatihan-pelatihan. Kami berharap agar UMKM yang kecil-kecil itu juga bisa ekspor," ujarnya.
Menurut Sapto potensi ekspor mebel dan kerajinan dari DIY hingga kini masih kuat, terutama untuk tujuan Eropa. Meski begitu, diakuinya ada penurunan ekspor akibat sejumlah faktor. Salah satunya terjadinya perang Rusia-Ukraina dan Israel di Palestina.
Namun kondisi tersebut, lanjut Sapto, belum berdampak secara signifikan. Terlebih produk furnitur DIY memiliki unique selling product yang tidak dimiliki negara lain. "Tidak bisa dipungkiri ya, ada penurunan ekspor karena pengaruh kondisi global. Oleh karenanya, kami juga akan memperkuat pasar domestik," katanya.
Sapto berharap, produk mebel dan kerajinan dari UMKM lokal diberi banyak kesempatan agar mampu bersaing dan menggeser dominasi barang impor saat ini. "Apalagi produk mebel dan kerajinan di DIY itu unique selling product karena handmade. Ini yang membedakan produk DIY dengan lainnya," kata Sapto.
BACA JUGA: SHW Center: Pilih Pemimpin Yang Mendukung Sektor UMKM
Di lokasi yang sama, Anggota Dewan Penasihat Komda Asmindo DIY, Yuli Sugiarto mengatakan kegiatan ekspor saat ini masih mendominasi penjualan furnitur dan kerajinan dibandingkan pangsa pasar domestik. Perbandingannya, 60% ekspor dan 40% domestik.
"Tapi ke depan bukan tidak mungkin bisa kebalik, 60 persen domestik dan 40 persen ekspor. Bukan tidak mungkin pangsa lokal justru akan mendominasi karena produk kami lebih bagus baik dari segi kualitas dan warnanya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA 2026 lengkap dari Tugu Jogja ke YIA. Transportasi cepat, bebas macet, dan tepat waktu.
Potong hewan kurban berisiko picu infeksi kulit. Simak tips dokter agar tetap aman saat Iduladha.
PLN memulihkan listrik lebih dari 1,5 juta pelanggan di Sumatra usai gangguan SUTET akibat cuaca ekstrem.
Program kerja sama Cek Kesehatan Gratis antara Gojek dan Kementerian Kesehatan berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026, diawali di Palembang dan Bandung
Petugas retribusi Parangtritis dibacok orang tak dikenal. Polisi masih menyelidiki pelaku dan motif penyerangan.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.