Top Ten News Harian Jogja 6 Juni: Libur Sekolah hingga Timas Indonesia
Rangkuman Top Ten News Harian Jogja 6 Juni 2026: isu DPR, kebakaran, wisata, KAI, KPK, hingga Timnas Indonesia.
Ketua Asmindo DIY Sapto Daryono di sela kegiatan Musda Asmindo ke-7 dan Pengukuhan Pengurus Komda DIY Masa Bakti 2023-2028 di Jogja Expo Center (JEC), Selasa (17/10/2023).
Harianjogja.com, BANTUL—Peningkatan SDM pelaku industri permebelan dan kerajinan Indonesia (Asmindo) di DIY masih menjadi pekerjaan rumah yang akan dilakukan pengurus baru Asmindo Komda DIY masa bakti 2023-2028.
"Para anggota Asmindo khususnya di wilayah DIY perlu mendapatkan pelatihan pengembangan SDM dan mengoptimalkan pasar domestik atau dalam negeri. Ini menjadi salah satu tantangan kami ke depan," kata Ketua Asmindo DIY Periode 2023-2028, Sapto Daryono, Kamis (19/10/2023).
Sapto didapuk untuk menahkodai Asmindo DIY lima tahun ke depan. Sapto menggantikan posisi Timbul Raharjo yang beberapa waktu lalu meninggal dunia. Pelantikan Sapto dilakukan bersamaan dengan kegiatan Musda Asmindo ke-7 dan Pengukuhan Pengurus Komda DIY Masa Bakti 2023-2028 di Jogja Expo Center (JEC), Selasa (17/10/2023).
"Kami akan terus melakukan pemberdayaan UMKM mebel dan kerajinan dengan cara menggelar pelatihan-pelatihan. Kami berharap agar UMKM yang kecil-kecil itu juga bisa ekspor," ujarnya.
Menurut Sapto potensi ekspor mebel dan kerajinan dari DIY hingga kini masih kuat, terutama untuk tujuan Eropa. Meski begitu, diakuinya ada penurunan ekspor akibat sejumlah faktor. Salah satunya terjadinya perang Rusia-Ukraina dan Israel di Palestina.
Namun kondisi tersebut, lanjut Sapto, belum berdampak secara signifikan. Terlebih produk furnitur DIY memiliki unique selling product yang tidak dimiliki negara lain. "Tidak bisa dipungkiri ya, ada penurunan ekspor karena pengaruh kondisi global. Oleh karenanya, kami juga akan memperkuat pasar domestik," katanya.
Sapto berharap, produk mebel dan kerajinan dari UMKM lokal diberi banyak kesempatan agar mampu bersaing dan menggeser dominasi barang impor saat ini. "Apalagi produk mebel dan kerajinan di DIY itu unique selling product karena handmade. Ini yang membedakan produk DIY dengan lainnya," kata Sapto.
BACA JUGA: SHW Center: Pilih Pemimpin Yang Mendukung Sektor UMKM
Di lokasi yang sama, Anggota Dewan Penasihat Komda Asmindo DIY, Yuli Sugiarto mengatakan kegiatan ekspor saat ini masih mendominasi penjualan furnitur dan kerajinan dibandingkan pangsa pasar domestik. Perbandingannya, 60% ekspor dan 40% domestik.
"Tapi ke depan bukan tidak mungkin bisa kebalik, 60 persen domestik dan 40 persen ekspor. Bukan tidak mungkin pangsa lokal justru akan mendominasi karena produk kami lebih bagus baik dari segi kualitas dan warnanya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkuman Top Ten News Harian Jogja 6 Juni 2026: isu DPR, kebakaran, wisata, KAI, KPK, hingga Timnas Indonesia.
Film Jogja RBMT masuk kompetisi utama Shanghai International Film Festival 2026 dan bersaing di tujuh kategori penghargaan bergengsi.
Mathew Baker mengungkap peran Kevin Diks dalam debutnya bersama Timnas Indonesia saat mengalahkan Oman 3-0 di FIFA Match Day.
Pajak kendaraan bekas di Bantul kini lebih mudah, tanpa KTP pemilik lama. Cukup surat pernyataan dan bisa langsung bayar di Samsat.
Polsek Kartasura mengamankan 21 motor knalpot brong dalam razia balap liar di Sukoharjo. Polisi akan terus lakukan patroli malam.
140 perajin tahu di Bandung terancam mogok produksi akibat harga kedelai impor naik hingga Rp11.000/kg dipicu pelemahan rupiah.