Advertisement
BPBD Bantul Distribusikan Air Bersih ke Sekolah Terdampak Kekeringan
Kegiatan dropping air bersih di Tempel dan Seyegan oleh BPBD Sleman tahun 2022 - ist / BPBD Sleman
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantulmendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan karena kemarau, termasuk dua sekolah dasar di daerah itu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan dua sekolah dasar (SD) yang terdampak kekeringan itu berada di wilayah Kecamatan Dlingo, yakni SD Kanigoro, Kelurahan Mangunan dan SD Seropan, Kelurahan Munthuk.
Advertisement
"Kami distribusikan bantuan air bersih di SD yang memang membutuhkan air bersih untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah. Air bersih itu juga dimanfaatkan warga sekitar," katanya, Kamis (19/10/2023)
Menurut dia, dua satuan pendidikan di wilayah perbukitan Dlingo tersebut meminta bantuan air bersih sejak sebulan lalu, kemudian BPBD Bantul secara rutin mendistribusikan air bersih.
"Sekitar satu bulan ini kami distribusikan air ke sekolah tersebut, dan kami lihat warga sekitar juga ikut mengambil air di situ. Tempat penampungan airnya di samping sekolah, sehingga warga sekitar juga ikut ambil," katanya.
Ia mengatakan, musim kemarau panjang tahun 2023 berdampak terhadap sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih. Tercatat ada 10 kecamatan di Bantul yang sudah didistribusikan bantuan air bersih karena kekeringan.
"Wilayah paling terdampak kekeringan yakni Kelurahan Terong, Kecamatan Dlingo yang hingga 18 Oktober sudah didistribusikan sebanyak 1,3 juta liter air, disusul Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan sebanyak 765 ribu liter air, dan Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Dlingo sebanyak 620 ribu liter air," katanya.
BACA JUGA:Â Musim Kemarau 10 Kapanewon di Bantul Dilanda Kekeringan, Ini Daftarnya
Ia mengimbau masyarakat yang mendapat bantuan air bersih agar menggunakannya sesuai kebutuhan, karena sudah ada perhitungan per orang berapa liter, kemudian dikalikan berapa jiwa.
"Kami juga imbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dengan kondisi seperti ini, dan semoga sesuai prediksi Desember sudah hujan, dan bisa berpikir ke depan bagaimana ketika hujan datang sebisa mungkin menyiapkan tandon untuk memanen air, sehingga ketika kemarau bisa dimanfaatkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tiket Tak Hangus, KCIC Beri Layanan Reschedule Gratis Penumpang Whoosh
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Puncak Arus Balik Bandara YIA Tembus 16 Ribu Penumpang Hari Ini
- WFH ASN Setelah Lebaran Belum Diputuskan, Bantul Tunggu Arahan Pusat
- Tragedi Idulfitri: Kebakaran Gudang Tani di Galur Kulonprogo, 1 Tewas
- Tersasar Google Maps ke Jalan Sawah, Pemudik Dibantu Warga di Kalasan
- Gunungkidul Buka Klinik Hewan, Layani USG dan Vaksin Gratis
Advertisement
Advertisement





