Advertisement
Simak Larangan di Pantai Parangtritis Ini Agar Aman dan Tenang saat Berlibur
Petugas memasang rambu peringatan bahaya di kawasan Pantai Parangtritis untuk mencegah adanya laka laut, Senin (24/4/2023) - Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Berita mengenai pengunjung Pantai Parangtritis yang terseret arus bukan sekali dua kali terjadi. Saking seringnya, banyak orang yang merasa khawatir jika berkunjung ke pantai yang terletak di Bantul ini. Lalu apa saja larangan saat di Pantai Parangtritis agar kita dapat berwisata dengan tenang?
Pada Sabtu (28/10/2023), Harian Jogja memberitakan jika sembilan pelajar asal Magetan terseret arus di Parangtritis. Beruntungnya, mereka dapat diselamatkan. Berbicara mengenai mitos di Pantai Parangtritis, kerap kali disebutkan jika wisatawan yang datang ke lokasi tersebut dilarang mengenakan baju berwarna hijau. Namun pihak terkait membantah hal tersebut. Sebab larangan tertulis yang ada di Parangtritis hanya satu, yakni dilarang mandi atau bermain air. Pengumuman ini ada di beberapa titik di pantai tersebut.
Advertisement
Pertanyaan selanjutnya yang terlontar adalah mengapa tidak boleh bermain air di pantai? Apalagi ombak di Pantai Parangtritis terlihat landai. Jawabannya adalah jangan tertipu dengan apa yang terlihat mata. Meski cenderung tenang, justru area tersebut berbahaya. Penyebab pertama adalah tipikal pantai selatan banyak palung laut yang jumlah berubah setiap saat dan lokasinya bergeser, tergantung arah angin dan gelombang laut. Kedua karena ombak di daerah ini tinggi.
Lalu apa itu palung laut? Dilansir dari National Geographic, palung laut adalah lekungan panjang dan sempit di dasar laut. Palung laut berupa jurang berbentuk huruf “V’ di dasar laut dan merupakan bagian terdalam dari lautan bumi. Encyclopedia Britannica menulis palung laut memiliki kedalaman sekitar 7.300 hingga 11.000 meter.
Baca Juga: 4 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis
Dikutip dari laman Diskominfo DIY, bagi orang awam, palung laut ini terlihat aman seperti kolam renang yang tak berombak. Sekilas lihat, warnanya cenderung keruh atau gelap dibandingkan area sekitarnya yang berbuih karena ombak. Faktanya, yang terjadi adalah arus bawah di area gelap itu justru lebih kuat yang dapat menyeret orang hingga ke tengah.
Besaran ombak dipengaruhi tiga hal, kecepatan angin, durasi angin dan area pembangkit ombak.Karena jarak daratan Pulau Jawa sisi selatan ke Australia jauh, sekitar 6.000 km, maka angin bisa menerjang daratan lebih kuat tanpa hambatan. Ditambah morfologi dasar pantai yang banyak palung, membuat gelombang ombak semakin tinggi. Palung ini yang mengakibatkan terjadi rip current atau arus balik air laut yang terkonsentrasi pada jalur sempit karena terdapat palung di bawahnya sehingga seseorang dapat terseret hingga ke tengah tanpa disadari.
Bagaimana sekarang? Masih mau mengabaikan larangan di Pantai Parangtritis?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Darurat Siber Asia Pasifik, Kerugian Konsumen Tembus Rp10.800 Triliun
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- SIM Keliling Kulonprogo Senin 9 Februari 2026, Ini Lokasi Layanannya
- Ruwahan Lintas Agama di Sorowajan, Jaga Harmoni Warga Jelang Ramadan
- SIM Keliling Polda DIY Senin 9 Februari 2026, Layanan Perpanjangan SIM
- Respons Maxim Soal Cekcok Driver dan Mahasiswi di Sleman
- Pemeliharaan Jaringan PLN, Sejumlah Wilayah DIY Alami Padam Listrik
Advertisement
Advertisement



