Rapimda KADIN DIY 2026 Fokus Ekonomi Kerakyatan, Bidik UMKM Naik Kelas
Rapimda KADIN DIY 2026 membahas penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan daya saing UMKM, dan peluang menembus pasar global.
Lokasi makam Kyai Kromo Ijoyo alias Mbah Celeng di Ketingan. Tirtoadi, Mlati, Sleman. /Youtube.
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan tol Jogja-Solo turut menabrah sebuah makam keramat di Dusun Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman. Makam yang biasa dikenal dengan istilah Kyai Kromo Ijoyo alias Mbah Celeng itu akan direlokasi dalam waktu dekat ini.
PT Adhi Karya Pembangunan selaku pelaksana pembangunan Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2 terus melakukan koordinasi dengan pihak kalurahan untuk memindahkan makam tersebut. Jika relokasi itu sudah dilakukan, harapannya tahapan konstruksi tol Jogja-Solo bis aterus idlakukan mengingat makam tersebut tepat berada di trase tol.
Meski demikian butuh suatu proses diskusi dan beragam pertimbangan untuk memindahkan makam yang dipercaya masyarakat memiliki kesakralan kuat.
BACA JUGA : Terdampak Tol Jogja-Solo, Relokasi Makam Mbah Celeng di Sleman Mulai Dirembuk
Makam Kyai Kromo Ijoyo alias Mbah Celeng konon adalah makam orang atau penghuni pertama yang tinggal di Dusun Ketingan. Pemerintah Kalurahan setempat menyebut Mbah Celeng hidup pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VII.
“Menurut cerita, ketika zaman penjajah beliau ini mengungsi keluar dari Kraton Jogja dengan berada di Ketingan,” kata Lurah Tirtoadi, Mardiharto kepada wartawan belum lama ini.
Mbah Kromo juga sering disebut sebagai prajurit Pangeran Diponegoro yang juga sama-sama memilih keluar dari Kraton Jogja dan tinggal bersama masyarakat.
Terkait nama juga banyak hal yang dipercaya di masyarakat. Antara lain terkait julukan Mbah Celeng, karena di masa tuanya bungkuk dan ada pula karena rajin menabung atau dalam bahasa Jawa disebut nyelengi.
BACA JUGA: 10 Titik Tanah Wakaf Terdampak Tol Belum Terima Izin Ruislag, Ini Penyebabnya
Makam tersebut memang sangat dihormati masyarakat karena dari cerita turun temurun merupakan penghuni pertama di Ketingan. Saat ini banyak masyarakat dari berbagai daerah yang kerap datang berziarah atau laku spiritual di makam tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rapimda KADIN DIY 2026 membahas penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan daya saing UMKM, dan peluang menembus pasar global.
Jadwal KA Bandara YIA 19 Oktober 2026 mencakup layanan reguler dan Xpress. Simak waktu keberangkatan dari Jogja dan Bandara YIA.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap dan waktu tiba di Stasiun Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 19 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket sebesar Rp8.000.
Pemerintah mendorong pemberdayaan 22,5 juta penerima bansos agar kesejahteraan meningkat, kemiskinan berkurang, dan masyarakat mandiri.
Osteoporosis pada usia di atas 50 tahun meningkatkan risiko patah tulang panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Simak cara pencegahannya.