500 Peserta Adu Kekuatan Tarik Lokomotif 84 Ton di Balai Yasa Jogja
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Kebakaran - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Sebuah indekos di Perdukuhan Ngireng Ireng, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, terbakar pada Minggu (5/11/2023). Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang diduga disebabkan karena korsleting listrik tersebut.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menuturkan kebakaran terjadi pada lantai 2, kos milik Muhali, sekitar pukul 01.00 WIB.
Dia menuturkan kebakaran tersebut awalnya diketahui Danang, warga sekitar saat sedang mencuci pakaian.
“Saksi 1 [Danang] melihat ada api yang menyala di bagian atap lantai 2 bagian kamar tengah rumah korban [Muhali],” katanya melalui telepon, Minggu (5/11/2023).
Melihat adanya api tersebut, kemudian Danang membangunkan warga lainnya, Ahmad Ginanjar yang tengah tertidur. Setelah itu, mereka lantas meminta bantuan warga untuk memastikan api yang menyala tersebut. Namun, api telah membesar.
“Setelah itu Saksi bersama warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Dengan adanya kejadian tersebut Saksi 1 [[Danang] langsung menghubungi BPBD Bantul dan melaporkan adanya kejadian tersebut ke Polsek Sewon,” katanya.
BACA JUGA: Pemicu Kasus Kebakaran di Bantul Sebagian Besar Akibat Pembakaran Sampah
Untuk memadamkan api tersebut, BPBD Kabupaten Bantul telah mengerahkan 2 unit pemadam kebakaran [Damkar] dan 10 petugas kebakaran ke lokasi kejadian.
“Sekitar pukul 02.00 WIB api berhasil dipadamkan,” katanya.
Saat kejadian, menurut Jeffry, korban Muhali sedang tidak berada di kost tersebut. Para warga pun telah berupaya menghubungi korban, namun korban tidak dapat dihubungi.
“Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh korsleting arus listrik,” katanya.
Kebakaran tersebut mengakibatkan pintu kamar kos, jendela dan atap rumah terbakar. Sementara barang-barang yang ada di dalam kamar kos tersebut juga ikut terbakar, yaitu sebuah kulkas, 2 kipas angin dan sebuah penanak nasi.
“Dengan adanya kejadian kebakaran tersebut korban mengalami kerugian diperkirakan sebesar Rp8 juta,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.