Advertisement

Cegah & Turunkan Stunting, DP3AP2 DIY Gelar Ekspo Keluarga Istimewa & Berdayakan Ekonomi Keluarga

Media Digital
Kamis, 30 November 2023 - 21:17 WIB
Mediani Dyah Natalia
Cegah & Turunkan Stunting, DP3AP2 DIY Gelar Ekspo Keluarga Istimewa & Berdayakan Ekonomi Keluarga Suasana Pemberdayaan Perempuan Istimewa yang dilaksanakan dalam Ekspo Generasi Keluarga Istimewa pada 25/26 November 2023 di Halaman kantor Pemerintah Kabupaten Kulonprogo yang didukung oleh Paniradya Kaistimewan. (IST)

Advertisement

JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk (DP3AP2) dengan Badan Pimpinan Daerah Asosiasi Kelompok Usaha Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Akseptor (UPPKA) atau yang biasa disingkat sebagai BPD AKU DIY dan Yayasan Berbagi Peduli mengadakan kegiatan terkait dengan Pemberdayaan Perempuan Istimewa yang dilaksanakan dalam Ekspo Generasi Keluarga Istimewa pada 25-26 November 2023 di Halaman kantor Pemerintah Kabupaten Kulonprogo  yang didukung oleh Paniradya Kaistimewan.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Ekspo Generasi Keluarga Istimewa, yang sebelumnya telah diselenggarakan di Gunungkidul pada 11-12 November 2023 dan Kota Yogyakarta yang diselenggarakan pada 18-19 November 2023. Ekspo Keluarga Istimewa sebagai upaya dalam mendukung pencegahan dan upaya percepatan penurunan stunting serta pemberdayaan ekonomi keluarga.

Advertisement

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara selaku Ketua BPD AKU DIY mengatakan terbentuknya generasi penerus yang sehat, berkarakter kuat dan kepribadian yang baik tentunya harus dibekali dengan tumbuh kembang yang terjaga. Pemenuhan gizi yang cukup merupakan salah satu aspek yang penting dalam tumbuh kembang anak. Namun di sisi lain kita melihat bahwa saat ini masih terdapat satu permasalahan yang menjadi isu nasional yaitu stunting, di mana merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.

“Melalui kegiatan Gerakan Keluarga Istimewa, kami berkomitmen untuk memberikan perhatian yang lebih kepada ibu-ibu hamil, memberikan edukasi tentang pentingnya gizi yang seimbang, memberikan akses yang lebih mudah ke layanan kesehatan, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak serta bekerja sama untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berpotensi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui kegiatan ini ada edukasi mengenai stunting dan juga ada ekspo dari UPPKA untuk perwujudan ketahanan dan pemberdayaan ekonomi keluarga" kata GKR Bendara.

Konsep Ketahanan Keluarga setidaknya memiliki 3 hal yaitu keuletan dan ketangguhan; kemampuan fisik-material; dan kemampuan psikis-mental spiritual. Untuk dapat mewujudkan keluarga yang berketahanan maka diharapkan setiap keluarga dapat memenuhi delapan fungsi keluarga yang salah satunya adalah fungsi ekonomi.

Fungsi ekonomi merupakan salah satu hal dasar yang harus dipenuhi untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera. Ekonomi keluarga yang stabil juga akan sangat berpengaruh pada kondisi emosional anggota keluarga yang juga akan berdampak pada pola pengasuhan anak dan pemenuhan kebutuhan anak bagi tumbuh kembangnya.

Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi, S.IP., M.M mengatakan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki komitmen yang kuat untuk mencegah dan mengatasi masalah stunting. Pada nyatanya masih banyak terjadi permasalahan keluarga yang berawal dari kebutuhan ekonomi yang belum terpenuhi, dan berdampak pada kesehatan, salah satunya stunting.

“Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini sehingga dapat memberikan peluang bagi kelompok usaha kecil dalam mengembangkan usahanya dan mendorong masyarakat menciptakan peluang-peluang lainnya dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. Melalui Ekspo Generasi Keluarga Istimewa ini diharapkan dapat meningkatkan geliat perekonomian, dan mendorong tumbuhnya usaha ekonomi keluarga sebagai upaya pembangunan ketahanan keluarga agar keluarga memiliki keberdayaan ekonomi yang kuat dan mandiri untuk mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga,” terang Erlina.

Pada hari kedua Ekspo Keluarga Istimewa di Kabupaten Kulonprogo diselenggarakan kegiatan Fun walk Keluarga Istimewa yang diikuti 200 peserta yang berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), kader KB, Kelompok UPPKA Kulonprogo dan forum Generasi beRencana (GenRe) DIY.

Dalam kegiatan Ekspo Keluarga Istimewa, diselenggarakan talkshow Peran Keluarga Dalam Pencegahan Stunting dengan narasumber Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Andi Ritamariani, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DPMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulonprogo, Drs. Mardiya dan Ahli Gizi, Nurhani Jauhari,  S.Gz.

Selain itu Biddokkes Polda DIY juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin kepada Ibu hamil dan keluarga risiko stunting yang hadir. Dalam kegiatan ini, turut diberikan infantometer atau alat ukur panjang bayi donasi dari PT Jayamas Medica Industri-OneMed, serta penyerahan beras fortifikasi donasi dari perusahaan Abhati Group dan bantuan paket sembako minyak dan telur dari Paragon Technology and Innovation kepada Ibu hamil dan anak guna atasi kasus gizi buruk dan stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta. (***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gibran Enggan Beberkan Hasil Pembahasan Kementerian Baru dengan Prabowo di Kartanegara

News
| Sabtu, 24 Februari 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta

Wisata
| Jum'at, 23 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement