Advertisement

Tingkatkan Peran dan Fungsi Koordinasi, Pemkab Sleman Gelar High Level Meeting

Jumali
Kamis, 30 November 2023 - 21:57 WIB
Mediani Dyah Natalia
Tingkatkan Peran dan Fungsi Koordinasi, Pemkab Sleman Gelar High Level Meeting High Level Meeting, Kamis (30/11 - 2023) di Hotel Crystal Lotus ( Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Sleman)

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Dalam rangka peningkatan peran dan fungsi koordinasi antara stakeholder terkait dengan kesiapan jelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Pemkab Sleman melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyelenggarakan High Level Meeting, Kamis (30/11/2023) di Hotel Crystal Lotus.

Pada kesempatan tersebut turut dilakukan penandatanganan Keputusan Bupati Sleman tentang Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Sleman yang akan mencabut Keputusan Bupati Sleman Nomor 9.3/2018 tentang Tim Pelaksana Pengendalian Inflasi Daerah.

Advertisement

Baca Juga: Inflasi DIY Oktober 2023 3,44%, Biaya Pendidikan dan Beras Jadi Pemicu Utama

Acara High Level Meeting TPID tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman, Kepala Kantor Perwakilan BI DIY, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Pemda DIY, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan DIY, Kepala Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, Pimpinan PT Pertamina Cabang DIY dan Pimpinan Hiswana Migas DIY,

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan acara ini merupakan upaya untuk memantapkan kolaborasi dan sinergi dalam mengendalikan harga dan menjaga ketersediaan stok atau pasokan kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman.

Baca Juga: Demi Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok, Pasar Murah Terus Digencarkan di Bantul

Dalam menyongsong perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2024, menurutnya Pemkab Sleman harus menjamin ketersediaan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat serta mengupayakan agar harganya terjangkau.

“Saya yakin dengan koordinasi dan sinergi yang mantap diantara seluruh stakeholder maka kita dapat melakukan seluruh upaya yang dimungkinkan untuk mendukung upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan pengendalian inflasi jelang Natal dan Tahun Baru 2024,” kata Kustini

Lebih lanjut, Kustini berharap TPID tidak hanya berfokus pada persoalan yang memicu gejolak harga melalui pendekatan yang bersifat jangka pendek. Namun secara bertahap direncanakan mulai menyentuh pada solusi atas berbagai persoalan yang bersifat struktural seperti peningkatan produktivitas, kelancaran distribusi, dan struktur pasar yang efisien.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Loyo di Akhir Tahun, Ini Penyebabnya

“Pada kondisi seperti inilah peran pemerintah melalui TPID sangat diperlukan dan tidak hanya memantau harga, ketersediaan stok dan distribusi bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat tetapi juga untuk mengendalikan laju inflasi serta langkah-langkah yang responsif dan efektif,” katanya

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah Slemam, Suyanto melaporkan Nataru merupakan hari besar yang memiliki pengaruh besar terhadap mekanisme pasar. Tingkat inflasi di DIY berpotensi mengalami kenaikan pada akhir tahun yang disebabkan tingginya peluang kunjungan wisatawan, permintaan terhadap bahan pangan, maupun kebutuhan transportasi. Dengan demikian, TPID Kabupaten Sleman perlu melaksanakan berbagai upaya pengendalian inflasi yang salah satunya adalah pelaksanaan High Level Meeting TPID Kabupaten Sleman.

High Level Meeting TPID Kabupaten Sleman hari ini diselenggarakan untuk peningkatan peran dan fungsi koordinasi antara stakeholder terkait dengan  kesiapan menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 serta membahas program kerja sepanjang tahun 2023 dan program strategis yang akan diselenggarakan tahun 2024,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gibran Enggan Beberkan Hasil Pembahasan Kementerian Baru dengan Prabowo di Kartanegara

News
| Sabtu, 24 Februari 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta

Wisata
| Jum'at, 23 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement