Advertisement

Jembatan Pandansimo Diklaim Tahan Gempa, Ternyata Ini Teknologi yang Dipakai

Stefani Yulindriani Ria S. R
Senin, 11 Desember 2023 - 17:27 WIB
Arief Junianto
Jembatan Pandansimo Diklaim Tahan Gempa, Ternyata Ini Teknologi yang Dipakai Ilustrasi jembatan. JJLS Bantul dan Kulonprogo akan tersambung tahun depan melalui Jembatan Srandakan III. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Jembatan Pandansimo yang menghubungkan Kapanewon Srandakan, Bantul dengan Kapanewon Galur, Kulonprogo mulai dibangun.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Rien Marlia mengatakan Jembatan Pandansimo dibangun pada lokasi yang memiliki karakteristik tanah berpasir dan muka air tanah dangkal.

Advertisement

Menurut dia, lokasi pembangunannya dekat dengan sumber gempa sesar opak dengan radius kurang dari 10 km sehingga Jembatan Pandansimo dinilai rentan terhadap potensi likuifaksi. Meski begitu menurut dia, Jembatan Pandansimo telah dirancang tahan gempa. “Jembatan Pandansimo akan menggunakan teknologi Lead Rubber Bearing [LRB] pada struktur bawah jembatan yang fungsinya untuk meredam gempa. LRB ini mampu mengembalikan struktur yang ditopangnya pada posisi semula setelah gempa berakhir,” katanya.

Selain itu menurut dia, akan dipasang pula alat pendeteksi gempa. Sementara menurutnya, Jembatan Pandansimo dirancang tahan pula terhadap tsunami.  “Jembatan Pandansimo ini juga sudah elevated, lebih tinggi. Kami sudah konstruksikan aman terhadap tsunami dan gempa, kami juga agak jauh terhadap patahan kok,” katanya saat Groundbreaking Jembatan Pandansimo di Kapanewon Srandakan, Bantul, Senin (11/12/2023). 

Dia menyampaikan pembangunan Jembatan Pandansimo telah dilakukan sejak 2013-2015. Dimulai dari pembebasan lahan oleh Pemda DIY, penyusunan dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), hingga pada 2022 dilakukan review Detail Engineering Design (DED). 

Dia mengajak seluruh stakeholder berkolaborasi sehingga pembangunan Jembatan Pandansimo dapat dilaksanakan secara profesional, tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya. 

Dia menyampaikan pembangunan Jembatan Pandansimo merupakan bagian dari paket kegiatan Inpres Jalan Daerah tahap I pada Jalur Trans Selatan Jawa.

Pembangunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan pemerataan ekonomi di selatan Jawa. 

BACA JUGA: Hadiri Groundbreaking Jembatan Pandansimo, Sultan: Jembatan Ini Tahan Gempa hingga 9 SR

Dia pun berharap Jembatan Pandansimo tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat pesisir selatan DIY. Selain itu keberadaan ruang terbuka hijau dan pedestrian diharapkan membentuk budaya sehat masyarakat dengan memberikan ruang kegiatan olahraga maupun kegiatan sosial lainnya. “Jembatan Pandansimo juga nantinya akan dipercantik dengan pemasangan ornamen yang mengusung kearifan budaya lokal,” imbuhnya. 

Jembatan Pandansimo akan dibangun sepanjang 1.900 meter yang terdiri dari jalan pendekat sepanjang 625 meter, slab on pile sepanjang 690 dan jembatan utama dengan bentang 675 meter. Sementara nilai kontrak Jembatan Pandansimo senilai Rp 814,8 miliar dilaksanakan oleh PT Adhi Karya Persero, dan  PT Sumber Wijaya Sakti dengan Kerja Sama Operasi (KSO) selama 408 hari dengan Rencana Final Hand Over (FHO) di tanggal 31 Desember 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Konser Kali Kedua di Jakarta, Ed Sheeran Gunakan Music Performer Visa

News
| Senin, 04 Maret 2024, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement