Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi melahirkan./Huffington Post
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja berupaya selalu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat meskipun di masa libur Natal dan Tahun Baru (nataru). Salah satunya bagi ibu hamil (bumil) yang akan melahirkan di masa libur nataru 2023-2024, dipastikan mendapatkan pelayanan persalinan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, menjelaskan pihaknya telah memetakan ibu-ibu hamil yang akan melahirkan saat libur Nataru. “Kami sudah pendataan siapa saja nanti ibu hamil yang akan siap melahirkan. Ini sudah kita petakan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/12/2023).
BACA JUGA : Kemenkes Sediakan Pos Layanan Kesehatan Gratis Selama Libur Natal dan Tahun Baru
Dinas Kesehatan Kota Jogja mencatat ada sekitar 26 ibu hamil yang diperkirakan melahirkan pada 22 Desember 2023 sampai 2 Januari 2024. Jumlah ibu hamil yang akan melahirkan pada libur Nataru itu tersebar di 14 kemantren di Kota Jogja.
Untuk menangani ibu hamil yang akan melahirkan saat libur Nataru, Pemkot Jogja telah menyiagakan fasilitas kesehatan (faskes) di dua puskesmas yaitu Puskesmas Tegalrejo dan Jetis. Kedua puskesmas tersebut memberikan pelayanan persalinan ibu melahirkan selama 24 jam.
Sedangkan puskesmas lainnya pada saat Tahun Baru 1 Januari 2024 pelayanan libur. “Sudah kita siapkan puskesmas maupun rumah sakit. Semuanya siap. Semua rumah sakit buka semua untuk layanan IGD [Instalasi Gawat Darurat],” ujarnya.
Selain itu dalam penanganan ibu hamil yang akan melahirkan, Pemkot Jogja juga melibatkan kader pendamping dan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Termasuk menggerakan program Kelurahan Siaga yang sudah dibentuk dan diatur dalam Peraturan Wali Kota Jogja No. 3/2016 tentang Kelurahan Siaga Kota Jogja.
Kelurahan siaga adalah lembaga sosial kemasyarakatan yang independen sebagai wadah integrasi pembangunan kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan. Kelurahan Siaga memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, kegawatdaruratan dan bencana secara mandiri.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Jogja, Aan Iswanti, menuturkan kader pendamping ibu hamil bersama Kader TPK berkoordinasi dengan puskesmas tentang data ibu hamil yang ada di wilayah. Di samping itu melakukan kunjungan rumah serta berkoordinasi apabila ada kasus resiko tinggi yang harus mendapatkan pelayanan rujukan.
BACA JUGA : Selama Libur Natal, 10 Barang Penumpang Tertinggal di Kereta Api dan Stasiun
“Untuk pendampingan ibu hamil selama libur Nataru, dilakukan bersama masyarakat melalui kader pendamping ibu hamil, kader TPK dalam RW Siaga dan Kelurahan Siaga. Bentuk pendampingan di antaranya melalui kesiapsiagaan ambulan dan calon pendonor darah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.