Dishub Sleman Bangun 2 ZoSS, Fokus Keselamatan Pelajar
Dishub Sleman rampungkan 2 ZoSS dengan anggaran hingga Rp60 juta untuk meningkatkan keselamatan pelajar di jalan.
Aktivitas pariwisata di kawasan Pantai Indrayanti./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menegaskan bahwa kunjungan wisata di Bumi Handayani paling banyak terjadi di kawasan Pantai.
Selain Gunungkidul memang memiliki banyak pilihan pantai, harga satu tiket pun dapat digunakan untuk masuk ke beberapa pantai.
Subkoordinator Objek dan Daya Tarik Wisata Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul, Aris Sugiantoro mengatakan kunjungan di Kawasan Pantai di Gunungkidul mencapai puncaknya pada Minggu (31/12/2023).
BACA JUGA: Mulai 1 Januari 2024, Tarif Baru Retribusi Objek Wisata di Gunungkidul Resmi Berlaku
Aris menambahkan kunjungan pada 24 dan 25 Desember 2023 pun tidak sebanyak angka kunjungan di akhir tahun. Dia mencatat pada 24 Desember 2023 hanya ada 53.638 orang dan pada 25 Desember 2023) justru turun menjadi 40.482 orang.
Sementara itu, Pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Didik membenarkan bahwa wisatawan lebih memilih wisata pantai daripada Geopark seperti Gunung Api Purba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Sleman rampungkan 2 ZoSS dengan anggaran hingga Rp60 juta untuk meningkatkan keselamatan pelajar di jalan.
Kejati Jawa Tengah memastikan tidak ada penggeledahan atau pemeriksaan terkait SPPG. Aktivitas kejaksaan hanya sebatas pengumpulan data di lapangan.
Presiden Prabowo Subianto minta birokrat, TNI, Polri, dan jaksa introspeksi. Tegaskan aparatur negara milik rakyat dan korupsi tidak boleh dibiarkan.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Baru Dua Bulan Lulus, 89,74% Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Terserap Industri, Mayoritas Sudah Bekerja Sebelum Wisuda
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.