Advertisement
Revitalisasi Stasiun Tugu Dilanjutkan, Pemda DIY: untuk Peningkatan Pelayanan
Ilustrasi Stasiun Tugu Yogyakarta
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menyatakan rencana revitalisasi Stasiun Tugu menang sudah lama diwacanakan untuk meningkatkan pelayanan di wilayah setempat. Hal ini menanggapi rencana KAI yang hendak merenovasi sejumlah stasiun di Jawa termasuk Tugu dan Lempuyangan.
Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan, rencana revitalisasi stasiun Tugu secara makro sudah lama direncanakan. Pasalnya stasiun yang letaknya berdekatan dengan kawasan Malioboro ini menjadi salah satu stasiun tersibuk di Indonesia.
Advertisement
"Kalau rencana makronya sudah lama kawasan stasiun Tugu direnovasi untuk peningkatan pelayanan termasuk Stasiun Lempuyangan kapasitas pelayanannya ditingkatkan," katanya, Selasa (2/1/2024).
BACA JUGA: Stasiun Tugu Jogja Segera Direvitalisasi, Menhub: Akan Ada Taman Cantik, Lebih Natural
Menurut Beny, pihaknya juga sempat mendiskusikan dengan KAI bahwa Stasiun Maguwoharjo bisa menerima penumpang untuk kereta bandara, sehingga di sana bisa melayani penumpang dengan tujuan Bandara YIA langsung tanpa harus ke Stasiun Tugu.
"Sempat juga didiskusikan, stasiun yang mau ke bandara bisa menerima rencana perjalanan dari Maguwo. Supaya tidak mengganggu aktivitas di Lempuyangan dan Tugu," paparnya.
Beny menambahkan, revitalisasi dua stasiun memang wajib dilaksanakan lantaran saat ini kapasitasnya sudah cukup padat. Apalagi di masa liburan panjang seperti Lebaran dan Natal Tahun Baru, kepadatan penumpang sangat signifikan di dua stasiun itu.
"Memang harus ditingkatkan pelayanannya karena memang sudah crowded di Lempuyangan maupun Tugu," ujarnya.
Sementara dengan ditetapkannya Malioborp sebagai Sumbu Filosofi oleh Unesco, Beny menyebut hal itu tentu tentunya akan semakin mendukung rencana pengembangan kawasan sekitar. Nantinya akan ada pengaturan lebih lanjut area mana saja yang boleh dan tidak untuk dikembangkan.
"Menjadi satu kesatuan dan tentu harus memaparkan rencana kerjanya. Walaupun menjadi kawasan tersendiri. Nanti akan dibicarakan antara KAI dengan Pemda," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut sejumlah stasiun di Pulau Jawa, termasuk salah satunya Stasiun Tugu Jogja akan direvitalisasi. Revitalisasi disebut tidak akan menghilangkan aspek cagar budaya, tetapi tetap akan membuat bangunan stasiun itu cantik.
Budi menjelaskan, revitalisasi oleh PT KAI ini salah satunya demi menciptakan dan menambah kenyamanan bagi para pengguna jasa perkeretaapian.
"Ada ide baik dari KAI untuk merevitalisasi bangunan-bangunan stasiun di seluruh Jawa. Terutama di Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Surabaya, Jakarta Pasar Senen, dan sebagainya," kata Budi di Stasiun Tugu, Senin (1/1/2024).
BACA JUGA: Begini Tahapan Proyek Revitalisasi Stasiun Tugu Jogja
Kemenhub dan PT. KAI nantinya akan berkoordinasi dengan pemda masing-masing daerah untuk rencana revitalisasi ini. Budi melanjutkan, pihaknya akan berkomunikasi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelum rencana revitalisasi itu dieksekusi.
Budi juga memastikan bahwa jika upaya revitalisasi ini tak dilakukan secara sembarangan yakni dengan tidak mengubah wujud asli dari masing-masing bangunan stasiun yang kebanyakan sudah berusia lebih dari 100 tahun.
Di Stasiun Tugu Jogja misalnya, kata Budi, revitalisasi dilakukan dengan membuat sebuah area taman. "Membuat taman yang cantik yang akan dipertahankan sesuai dengan keindahan yang telah ada sejak lama," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo dan Megawati Bahas Isu Geopolitik Global di Istana Jakarta
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Sabtu 21 Maret 2026
- Cek Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 21 Maret, Paling Pagi Pukul 04.20 WIB
- Kali Talang hingga Deles Indah Kembali Dibuka 22 Maret 2026
- 1.381 Warga Binaan di DIY Terima Remisi Idulfitri 1447 H
- Ikuti Salat Id di Sendangadi, Danang Maharsa Tekankan Gotong Royong
Advertisement
Advertisement








