Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Terdakwa kasus tanah kas desa Lurah non-aktif Caturtunggal, Agus Santoso (tengah) saat berkonsultasi dengan penasihat hukumnya usai persidangan, Selasa (21/11 - 2023).
Harianjogja.com, JOGJA—Mantan Lurah Caturtunggal, Agus Santoso resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Kota Jogja yang memvonis hukuman pidana delapan tahun dalam kasus mafia Tanah kas Desa (TKD). Pengajuan banding dilakukan seminggu setelah putusan pengadilan.
Penasehat Hukum Agus Santoso, Layung Purnomo, menjelaskan banding diajukan karena pihaknya tidak puas atas Keputusan majelis hakim. Banding sudah disampaikan ke Pengadilan Tinggi DIY pada Rabu (3/1/2024). Meski demikian, ia tidak menyebutkan hukuman yang diharapkan.
Salah satu poin yang menjadi pertimbangan dalam banding ini adalah menolak pertimbangan yang menyatakan kliennya melakukan pemagaran di lokasi tanah kas desa yang disewa PT Deztama Putri Sentosa sejak 2018. Diharapkan melalui banding ini, hukuman yang diterima kliennya akan lebih ringan.
“Yang disampaikan [Agus Santoso] adalah tidak ada niatan melakukan pembiaran, tapi karena keterbatasan pengetahuan tentang penegakan hukum baik perda, pergub maupun lainnya sehingga dalam menghadapi dinamika di lapangan menggunakan dasar kebiasaan yang sudah berlangsung dari para pendahulunya,” ujarnya, Kamis (4/1/2024).
BACA JUGA: Tok! Terlibat Korupsi Tanah Kas Desa, Mantan Lurah Caturtunggal Divonis 8 Tahun Penjara
BACA JUGA: Terima Rp1,25 M dari Mafia Tanah Kas Desa, Lurah Caturtunggal Dituntut 8 Tahun Penjara
Humas Pengadilan Negeri Kota Jogja, Heri Kurniawan, membenarkan pengajuan banding oleh pihak Agus Santoso. Di samping itu, dari pihak Jaksa Penuntut Umum pun juga mengajukan banding, meski ia tidak menjelaskan detailnya. “Banding keduanya telah kami terima,” kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Agus Santoso dijatuhi hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp400 juta, oleh majelis hakim dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Kota Jogja, Kamis (28/12/2023) lalu.
Dalam amar putusannya, Agus Santoso terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana tercantum dalam dakwaan primair. Terdakwa juga harus membayar uang pengganti sejumlah Rp350 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Google uji coba penyimpanan Gmail gratis 5 GB untuk akun baru. Cara dapat 15 GB penuh: tautkan nomor telepon. Simak detailnya.
Film Hello Kitty garapan Hollywood dijadwalkan tayang 2028 dengan sutradara Moana 2 dan Ultraman: Rising.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.