Advertisement
Targetkan 7,5 Juta Pengunjung, Sleman Siapkan Agenda Kegiatan Wisata Ini

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata Sleman merilis calendar of events 2024 di Sleman City Hall, Rabu (24/1/2024). Agenda pariwisata ini dapat membantu dalam mencapai target kunjungan wisata sebanyak 7,5 juta pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan target kunjungan wisata di 2024 sudah dicanangkan. Diharapkan selama satu tahun ini ada pengunjung wisata sebanyak 7,5 juta orang.
Advertisement
Untuk mencapainya, tidak hanya sebatas daya Tarik dari destinasi wisata. pasalnya, juga ada event dan kegiatan yang bisa menarik minat pengunjung untuk datang ke Sleman.
“Hari ini kami bersama dengan bupati meluncurkan calendar of events 2024. Salah satu tujuannya untuk menarik wisatawan agar target kunjungan di tahun ini bisa terpenuhi,” kata Ishadi kepada wartawan, Rabu siang.
Menurut dia, kegiatan wisata yang diselenggarakan sepanjang 2024 ada sekitar 120 even. sembilan event skala lokal, 12 event skala nasional dan sepuluh event skala internasional. Untuk kategorinya ada MICE sebanyak 40 event, festival 34 event, event budaya dan musik sebanyak 23 event, sport event sebanyak 17 event, dan event keagamaan sebanyak 7 event. “Dari ratusan event yang dipersiapkan ada yang menjadi unggulan seperti Upacara Adat Labuhan Merapi [diselenggarakan Februari], Sleman Temple Run [November], dan Barata XXXIX [Desember],” katanya.
Baca Juga
2024, Dinas Pariwisata Sleman Siapkan Ratusan Event Pariwisata
Sampai Oktober 2023, PAD Sektor Pariwisata di Sleman Capai 86,3 Persen
Jelang Tutup Buku, Pariwisata Sleman Sumbang Pendapatan Rp319,3 Miliar
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi adanya jadwal kegiatan atraksi dan seni untuk mendukung pengembgan sektor kepariwisataan di Bumi Sembada. Diharapkan dengan penyelenggaraan berbagai event ini dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
“Tentu kami mendukung kegiatan rilis calendar of events di 2024. Mudah-mudahan akan berdampak signifikan terhadap pengembangan wisata di Sleman,” katanya.
Kustini mengungkapkan keberadan wisata tidak serta merta hanya mengacu pada destinasi wisata. Namun, keberadaannya bisa dikolaborasikan dengan atraksi kesenian maupun hiburan sehingga menjadi daya tari bagi para pengunjung.
Ia menambahkan kunci pengembangan kepariwisataan adlaah kreatifitas dan ketepatan momen. Oleh karena itu, pelaku wisata harus mampu menangkap setiap kesempatan secara yang ada untuk mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya.
“Menarik itu tidak harus mahal. Yang sederhana di mata kita, mungkin akan jadi sangat menarik bagi orang yang belum pernah melihatnya. Jadi, kesempatan yang terbuka harus dibarengi dengan inovasi agar berdampak positif terhadap pengembangan wisata di Sleman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Ada Gempa Magnitudo 5 Ditenggara Cilacap, BPBD: Kami Masih Lakukan Pemantauan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
- Ingin Hasil ASPD Optimal, Dinas Pendidikan Gunungkidul Gelar Tryout
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
- Jalur Wisata Pantai di Gunungkidul Ramai Lancar
Advertisement
Advertisement