Advertisement
DKPP Bantul Pastikan Stok Gabah Aman meski Harga Tinggi
Para petani di Desa Trirenggo, Bantul, sedang memanen padi, Rabu (4/4/2018). - Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul memastikan stok gabah baik Gabah Kering Giling (GKG) maupun Gabah Kering Panen (GKP) di Bumi Projotamansari mencukupi.
Meskipun saat ini, harga GKG dan GKP cukup tinggi. Untuk GKG di Bantul saat ini harganya di atas Rp7.000 per kg dan GKP di atas Rp6.000 per kg.
Advertisement
"Saat ini memang harga gabah di Bantul cukup tinggi. Meski tinggi, kami pastikan stok yang ada masih mencukupi," kata Kepala DKPP Kabupaten Bantul Joko Waluyo, Sabtu (17/2/2024).
Meski belum bisa menyebutkan detail stok gabah, namun menurut Joko, tingginya harga gabah ini dipastikan tidak akan berlangsung lama. Sebab, beberapa tempat di Bantul sudah ada yang melakukan panen. Meskipun, tidak secara serentak dan jumlah produksinya tidak banyak.
"Untuk panen raya nanti masih sekitar April. Maret pertengahan sudah banyak yang panen. Sekarang pun ada yang sudah panen, meskipun di beberapa tempat," ungkap Joko.
BACA JUGA: Pemkab Minta Masyarakat Manfaatkan Pekarangan untuk Tanam Cabai
Joko mengakui, saat ini pihaknya terus menggenjot peningkatan luas tanam dan panen padi pada musim tanam 2024. Ini dilakukan agar nantinya produksi panen meningkat. Sebab, luas panen di 2023 mengalami penurunan dibanding musim tanam 2022.
Sepanjang 2023, luas panen padi mencapai 28.500 hektare, mengalami penurunan dibanding luas panen padi pada musim tanam 2022 yang tembus 30.800 hektare.
"Itu karena karena faktor cuaca sebagai dampak El Nino. Untuk itu di 2024 kami targetkan ada penambahan luas panen," ucap Joko.
Kepala Bidang Penyuluhan, Produksi dan Pengembangan Usaha Pertanian DKPP Bantul Imawan Eko Handriyanto mengungkapkan, target tambah luas tanam pada Januari hingga Februari 2024 kali ini adalah sebanyak 5.000 hektare.
Sementara target produksi gabah kering giling yang dihasilkan pada 2024 kali ini sebanyak 6,3 ton per hektare.
"Artinya, jika produksi gabah banyak maka akan mencukupi kebutuhan di pasaran," katanya.
Lebih lanjut Imawan mengakui jika produksi padi Bantul di 2023 ada 185.000 ton gabah kering giling. Jumlah itu menurun dibandingkan 2022, yang produksi padinya hampir 200.000 ton. Oleh karena itu, pada 2024, DKPP Bantul berusaha meningkatkan luas tanam minimal 29.000 hektare.
"Agar nantinya, produksi padi kita juga mengalami peningkatan," ucap Imawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dalam Sepekan Sulawesi Utara Diguncang Puluhan Gempa, Ini Polanya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Anggaran Diperketat, Status PPPK di DIY Tetap Aman
- Warga Mantrijeron Titip Motor Saat Mudik Malah Dicuri Tetangga Sendiri
- Puskesmas Tak Mampu, Damkar Lepas Cincin Bocah di Kulonprogo
- Cegah Gagal Panen, Bantul Perkuat Irigasi dengan 5.000 Pompa
- THR Gunungkidul Aman, Tak Ada Aduan Masuk hingga Posko Ditutup
Advertisement
Advertisement








