Advertisement

Ring Road Depan UPN Tergenang, BPBD Ungkap Sebabnya

Catur Dwi Janati
Senin, 26 Februari 2024 - 21:17 WIB
Mediani Dyah Natalia
Ring Road Depan UPN Tergenang, BPBD Ungkap Sebabnya Sejumlah sukarelawan saat mengevakuasi pohon tumbang dampak hujan deras dan angin kencang di Sleman, Sabtu (24/2/2024). - ist - BPBD DIY

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan deras dengan durasi yang cukup lama akhir pekan lalu menimbulkan genangan yang cukup parah di jalan area simpang empat UPN. Debit air yang tinggi membuat drainase tak mampu lagi menampung aliran air yang masuk.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menjelaskan kejadian genangan air bisa disebabkan sejumlah faktor. Meski demikian faktor alam menjadi aspek yang tidak bisa dilepaskan dalam terbentuknya genangan.

Advertisement

"Curah hujan tinggi yang pertama, kedua saluran airnya kurang untuk wadah. Kalau sunbatan kita belum mengecek, karena sunbatan harus dicek betul, benar enggak ada sunbatan," terangnya pada Senin (26/2/2024).

Meskipun ada drainase, apabila hujan terjadi dalam durasi yang lama maka debit air yang masuk akan lebih besar dari kapasitas drainase. Dengan curah hujan yang tinggi sementara penampungnya tidak cukup mewadahi maka luapan tidak mampu dihindarkan. "Karena curah hujan tinggi, wadahnya kurang ya meluap ke jalan," tandasnya.

Baca Juga

Jogja Tergenang Air Saat Hujan Deras, Saluran Air Lama Belum Disesuaikan

Diterjang Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Sleman Porak-poranda

Dampak Hujan Lebat di Wilayah Sleman, Pohon Tumbang di Sejumlah Titik hingga Longsor

Berdasarkan peta hujan, Bambang mengungkapkan bila hujan paling deras di daerah Sleman akhir pekan lalu terjadi di kawasan Maguwoharjo. Di area puncak Gunung Merapi hujan disebutkan Bambang juga cukup deras. Namun belum diketahui apakah hujan yang merata hampir di seluruh wilayah juga berpengaruh pada penuhnya saluran air yang ada sehingga air yang tidak mampu masuk ke drainase dan menjadi genangan di jalanan.

Selanjutnya bila berbicara pada aspek konstruksi, jalan jenis aspal jelas membuat aliran air tidak ada yang terserap. Air hanya akan mengalir menuju area yang lebih rendah. "Kalau di aspal ya bubar semua airnya lari doang," ungkapnya.

Lebih-lebih kawasan Condongcatur dan jalan depan UPN menjadi kawasan langganan genangan air. Sementara area Janti dan Amplaz yang menjadi langganan genangan sebelumnya, relatif tidak ada genangan yang tinggi saat terjadi hujan akhir pekan lalu. Hal itu karena perbaikan konstruksi yang dilakukan di area tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Bidik LHKPN 2 Pejabat Pemilik Kripto Miliaran Rupiah

News
| Rabu, 24 April 2024, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Rekomendasi Menyantap Lezatnya Sup Kacang Merah di Jogja

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement