Angka Pernikahan di Jogja Menurun, Usia Menikah Kini 22-28 Tahun
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Ilustrasi TPST Piyungan./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Warga Dusun Banyakan 3, Sitimulyo, Piyungan menolak pendirian fasilitas pengolahan sampah berteknologi refuse derived fuel (RDF) milik Pemkot Jogja di TPST Piyungan.
Kepala Dusun Banyakan 3, Lilik Purwoko menyampaikan sebelumnya warga tidak mengetahui mengenai rencana pembangunan pengolahan sampah RDF Kota Jogja di TPST Piyungan.
"TPST Zona Transisi A dan B setelah penuh tidak ada aktivitas untuk pembuangan dan pengolahan lagi, tetapi tidak ada sosialisasi, pemberitahuan, undangan [penutupan TPST Piyungan], tahu-tahu ada undangan yang menerangkan ada peletakan batu pertama pengolahan sampah RDF Kota Jogja," katanya saat ditemui di Dusun Banyakan 3, Kamis (7/3/2024).
Lantaran baru mengetahui rencana tersebut sejak beberapa hari lalu, menurutnya warga mengaku kaget dan keberatan dengan rencana tersebut. "Masyakat Banyakan tidak ada yang tahu, dan tidak pernah ada sosialisasi terkait itu," katanya.
Dia mengaku selama ini lindi dari TPST Piyungan mengalir ke area Dusun Banyakan 3. Sehingga, dinilai berdampak bagi lingkungan sekitar.
BACA JUGA: TPA Piyungan Tutup Permanen, Pj Wali Kota Jogja: Sampah Mengantre di Depo Diolah di TPS 3R
Lurah Sitimulyo, Juweni mengaku sebelumnya telah menerima undangan peletakan baru pertama fasilitas pengolahan sampah RDF Kota Jogja bersamaan dengan penutupan TPST Piyungan, tetapi lantaran ada keperluan pribadi, dia mengaku tidak hadir dalam kegiatan tersebut.
Dia menyampaikan fasilitas pengolahan sampah RDF itu akan ditempatkan di lokasi yang sama dengan TPST Piyungan. "Yang akan dipakai ya di TPST itu. Lindi itu akan mengalir di sana [TPST Piyungan], nanti turunnya ke Banyakan. Begitu warga Banyakan krungu, ya pasti keberatan," katanya.
Dia mengaku tidak mengetahui berapa kapasitas sampah yang akan dikirim kesana. "Kurang tahu kalau yang ini [volume sampah], katanya sekitar 15 truk atau berapa yang akan diolah, di awal katanya antara 15-25 [truk] tetapi kalau kemarin katanya sekitar 9-15 [truk]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
Gunungkidul menjadi satu-satunya daerah di DIY dalam program pengembangan energi terbarukan. Disiapkan bibit jagung untuk 1.000 hektare dan empat pabrik.
JPU mengungkap temuan 74 kg emas dan 2,67 juta dolar AS dalam dakwaan TPPU Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Manajer KDMP mengeluhkan ketidakjelasan kerja, penempatan jauh dari domisili, hingga mekanisme relokasi setelah menerima PKWT.
Mark Zuckerberg mengaku tak memiliki gelar sarjana saat dicecar soal dasar menilai risiko beauty filter Instagram terhadap pengguna muda.