Kasus KDRT Masih Mendominasi Meski Kekerasan di Sleman Turun
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Ilustrasi budi daya perikanan./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan produksi ikan baik perikanan tangkap maupun budi daya di Bumi Handayani naik dari 2022 sebesar 16.289 ton menjadi sekitar 16.500 ton pada tahun 2023. Meski naik, angka kenaikan tidak signifikan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan produksi ikan di Bumi Handayani pada tahun 2023 mencapai sekitar 16.500 ton. Dia mengaku kendati kenaikan tidak signifikan namun kebutuhan ikan masyarakat Gunungkidul dapat tercukupi. “Kalau melihat angka konsumsi ikan di Gunungkidul 29,83 kilogram per kapita per tahun dengan jumlah penduduk 770.883 jiwa ya jauh mencukupi,” kata Wahid ditemui di kantornya, Selasa (19/3/2024).
Wahid menambahkan produksi perikanan tangkap mencapai sekitar 4.400 ton per tahun. Sedangkan sisanya 12.100 ton merupakan perikanan budi daya seperti lele.
Baca Juga
Gunungkidul Siapkan Nelayan Pemula Agar Profesional
DKP GK Ajukan Permohonan Bantuan Kapal untuk Optimalkan Tangkapan Ikan
Beroperasi sejak Tahun Lalu, PPI Gesing Sudah Sumbang PAD untuk Gunungkidul
Menurutnya, ikan yang banyak ditangkap oleh nelayan antara lain bawal, cakalang, tuna, dan tongkol. Guna mendongkrak produksi perikanan tangkap, Wahid mengaku pihaknya mengusulkan permohonan bantuan armada dan alat tangkap berupa mesin, jaring, dan tool kit ke DKP Provinsi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Selain itu, DKP Gunungkidul juga memasang rumpon atau Fish Aggregating Device (FAD). Rumpon merupakan salah satu alat bantu pengumpul ikan yang menggunakan berbagai bentuk dan jenis pengikat dari benda padat. Fungsinya adalah untuk memikat ikan agar berkumpul. Rumpon dibuat menyerupai karang alami agar ikan merasa mendapatkan rumah baru dan berkumpul.
Hasil tangkapan nelayan tersebut didistribusikan ke berbagai tempat atau pasar melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Total ada delapan TPI di Gunungkidul yang meliputi TPI Nampi, Gesing, Ngrenehan, Baron, Ngandong, Siyung, dan Sadeng. “Kalau TPI Sadeng itu TPI higienis dengan fasilitasi pengolahan limbah dan kebersihannya. Itu tertutup seperti rumah dengan dinding,” katanya.
Kepala DKP DIY, Bayu Mukti Sasongko mengatakan salah satu indikator kinerja DKP DIY adalah peningkatan produksi perikanan termasuk di Gunungkidul. Terkait permohonan armada, katanya hal itu merupakan usulan dari kelompok usaha bersama (KUB) nelayan yang direkomendasikan DKP Gunungkidul.
Terkait dengan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Gesing, DKP DIY menyerahkan pengelolaan TPI Gesing ke DKP Gunungkidul. Suplai ikan di TPI tersebut tergolong besar karena PPI Gesing digunakan untuk kapal berkapasitas 10-30 gross ton (GT) selain untuk kapal sekoci 16 GT.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.