Video Rebecca Klopper di Toilet Tuai Kritik, Begini Klarifikasinya
Rebecca Klopper meminta maaf setelah video dirinya berjoget di toilet umum viral di media sosial. Begini klarifikasi lengkap sang aktris.
Ilustrasi pengolahan sampah./Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kalurahan Gadingsari, Sanden akan mendirikan agrowisata di bekas lokasi Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS).
Saat ini, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh Pemkal Gadingsari untuk merealisasikan pembangunan argowisata tersebut.
Carik Gadingsari Lina Asmin mengatakan, pihaknya memang telah menyiapkan lahan berupa cekungan untuk menampung residu sampah dan mempersilakan DLH Bantul membuang sampah ke lokasi tersebut. Sebab, rencananya usai residu terkumpul dan menumpuk di lokasi tersebut akan diratakan dan diconblok.
“Setelah itu, ke depan akan dijadikan lokasi argowisata. Karena kebetulan lokasi tersebut kan jalan akses ke Pantai Goa Cemara dan Pandansari, serta mengarah ke JJLS,” kata Lina, Senin (25/3/2024).
Untuk merealisasikan rencana pembangunan agrowisata di tempat tersebut, Lina mengatakan jika saat ini Pemkal Gadingsari telah membuat masterplan. Begitu juga untuk realisasi lokasi TPSS di lokasi tersebut, saat ini koordinasi tengah dilakukan antara Pemkab Bantul dengan Pemkal Gadingsari.
“Untuk luasan yang dibutuhkan sebagai lokasi pembuangan sampah, saat ini tengah dikoordinasikan. Yang jelas, ke depan, lokasi itu setelah tidak dipergunakan untuk lokasi pembuangan sampah akan dikembangkan menjadi agrowisata,” ucap Lina.
Menurut Lina, keinginan Pemkal Gadingsari untuk mengembangkan agrowisata di lokasi itu sudah lama. Sebab, selain ada pembibitan tanaman buah-buahan, ada juga kolam lele.
“Ada juga gazebo, dan peternakan. Rencananya konsepnya seperti itu. Untuk lokasi pasnya itu masuk Dusun Patihan,” imbuh Lina.
BACA JUGA: Selama 4 Bulan, Pemkab Bantul akan Buang Sampah di TPS Sementara Gadingsari
Lina menyatakan, nantinya TPSS yang ada tersebut hanya akan beroperasi maksimal 4 bulan. Karena kapasitas dari lokasi yang berupa cekungan masih terbatas. “Ya, memang hanya empat bulan saja. Sesuai rencana awal,” ucap Lina.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, meski hanya digunakan maksimal 4 bulan, namun lokasi TPSS di Patihan itu telah memenuhi kriteria. Di mana, selain mudah dijangkau, lokasi tersebut juga jauh dari pemukiman padat penduduk.
Selain itu, Bambang memastikan, keberadaan TPSS itu nantinya tidak akan menimbulkan persoalan baru berupa pencemaran lingkungan. Sebab, sampah yang akan dikirim ke lokasi tersebut akan dipilah terlebih dahulu. Untuk sampah yang dapat didaur ulang, akan didaur ulang. Adapun Pemkab Bantul akan mengirim sampah sekitar 50 ton per hari di lokasi tersebut.
Oleh karena itu, DLH telah mendesain TPSS tersebut agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Nantinya sampah yang dibuang nantinya juga akan disemprot dengan ecolindi untuk mencegah bau dan lalat kemudian ditutup dengan geomembran untuk mencegah air hujan membasahi sampah. Tak hanya itu, kemiringan dan bak penampungan lindinya juga diatur dan dilapisi semua permukaannya TPSS dengan geomembran.
“Agar air sampah atau lindi tidak mencemari tanah," lanjutnya.
Bambang juga menyebut jika Pemkal Gadingsari menerima lokasi tersebut untuk TPSS karena memang membutuhkan uruk. Pemkab juga akan menutup lokasi tersebut dengan paving blok usai tak digunakan.
“Nah, lokasi tersebut akan digunakan untuk parkir dan wisata,” ucap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rebecca Klopper meminta maaf setelah video dirinya berjoget di toilet umum viral di media sosial. Begini klarifikasi lengkap sang aktris.
Cara hemat kuota WhatsApp dengan mematikan unduhan otomatis, mengatur backup, dan membatasi data latar belakang agar internet tidak boros.
Ford akui kesalahan penerapan AI di produksi, kembali rekrut insinyur veteran untuk tingkatkan kualitas kendaraan dan efisiensi.
DPMKP2KB Gunungkidul meminta panitia pilur di 31 kalurahan segera menyelesaikan tata tertib dan anggaran menjelang tahapan krusial Juli 2026.
Jerman vs Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026 jadi laga penentuan tiket 16 besar di Stadion Houston.
WHO: 1.300 tewas akibat gelombang panas Eropa. Jerman 41,7°C, Prancis 1.000 kematian tambahan. Eropa memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata global.