Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Miniatur Sumbu Filosofi di selatan Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih, Jogja, Selasa (21/1/2023)./Harian Jogja-Budi Cahyana
Harianjogja.com, JOGJA—Hadirnya investasi di bidang kepariwisataan diperlukan untuk mendukung desa wisata agar lebih berkembang dan lebih dikenal. Meski demikian, investasi pariwisata harus tetap memperhatikan mitigasi bencana dan kebermanfaatan untuk masyarakat.
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, menuturkan investasi pariwisata harus bisa didorong hidupkan dan dukung desa wisata. “Bisa dengan model kerjasama BUMDes. Hal penting yang lain pengembangan pariwisata harus perhatikan mitigasi bencana,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/4/2024).
Potensi kampung wisata dan desa wisata yang ada di DIY bisa menjadi alternatif kunjungan jutaan pemudik yang menuju Jogja maupun sekedar melintasi DIY. Posisi strategis DIY sebagai titik kunjungan dan tempat persinggahan pemudik perlu dimanfaatkan untuk sebaik-baiknya.
"DPRD DIY jelas mendorong tumbuhnya pariwisata menjadi penggerak perekonomian rakyat, jutaan orang mudik ke Jogja. Ini perlu pelayanan publik pariwisata yang baik," katanya.
Menurutnya ada tiga hal pokok yang harus mendapatkan perhatian bersama dalam investasi kepariwisataan ke depan, pertama pariwisata harus mampu dinikmati oleh masyarakat Jogja, tidak hanya jadi penonton saja. “Ada lho investasi pariwisata di DIY yang janjinya pekerjakan warga, ternyata hanya satu saja pegawai dari lokal,” ungkapnya.
BACA JUGA: Berikut Agenda Wisata Jogja Selama April 2024, Bisa Jadi Alternatif Liburan Lebaran
Kedua, destinasi wisata dan investasi pariwisata harus perhatikan daya dukung juga mitigasi resiko bencana. Ketiga, bagaimana kampung wisata dan desa wisata bisa jadi favorit kunjungan wisatawan. “Selama inj masih belum signifikan angka kunjungan ke desa wisata dan pokdarwis siapkan paket wisata," paparnya.
Ketua Koperasi Natawana, Dlingo, Bantul, Purwoharsono, mengatakan dengan tata kelola pariwisata yang baik di Bantul, ada kawasan desa wisata sahabat rimba yang disingkat jadi Dewi Sari. Desa wisata tersebut dikelola oleh BUMDes.
"Kami dorong desa wisata bisa benar benar berkembang dan terkelola baik. Langkah kerjasama pemberdayaan masyarakat dijalankan. Lewat BUMDes sudah dirintis pelayanan kepariwisataan di desa seperti yang ada di Mangunan, Bantul," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
DTSEN mencatat 4,33 juta KPM baru sejak diterapkan. Pemutakhiran data dilakukan agar bansos menjangkau warga yang memenuhi kriteria.
Tiga awak KM Balama GT 27 ditemukan selamat setelah hilang kontak tiga hari di perairan Banggai dan terdampar di Sulawesi Utara.
Suahasil Nazara menegaskan komitmen menjaga APBN agar mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia hingga 2029.
Desa Wisata Sasak Ende menghadirkan kehidupan tradisional Sasak lewat rumah adat, Gendang Beleq, Peresean dan aktivitas warga.
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.