Tani Cilik di Turi Ajak Anak Panen Padi hingga Tradisi Wiwitan
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
Proses pengolahan sampah di TPST Tamanmartani di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Di tengah kebijakan desentralisasi sampah ke masing-masing Kabupaten/Kota di wilayah DIY, kesiapan salah satu fasilitas pengolahan sampah di Sleman yakni TPST Minggir siap dioperasikan penuh.
Pengoperasian penuh TPST Minggir ini diperkirakan bisa segera dilakukan menyusul rampungnya proyek pembangunan jalan dari dan menuju TPST Minggir. Sebelumnya jumlah sampah yang dikelola TPST belum optimal lantaran akses jalan yang belum rampung digarap.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Sleman, Junaidi mengungkapkan bila proyek pembangunan akses jalan ke TPST Minggir telah rampung akhir April lalu. "Sudah selesai, operasional TPST sudah tidak tergantung dengan itu," terang Junaidi pada Kamis (2/5/2024).
BACA JUGA: Dua TPS 3R Belum Beroperasi, Sampah di Kota Jogja Diolah Swasta Pakai Sistem Tipping Fee
Baik akses dari arah utara maupun selatan ke arah TPST Minggir kini telah rampung digarap. "Jadi sudah selesai semua," tegasnya.
Akses jalan dari dan menuju TPST Minggir terbuat dari material beton, ketebalan 20 senti dengan lebar lima meter dan panjang hampir satu kilometer. Dengan spesifikasi di atas, jalan ini diproyeksikan kuat menahan beban truk plus muatan sampah yang melintas setiap harinya. Dengan estimasi berat muatan sampah 4-5 ton dan berat truk itu sendiri yang berkisar di angka dua ton.
Sebelumnya TPST Minggir telah uji coba beroperasi pada 2 April 2024. Saat uji coba, TPST mampu mengelola dua pikap sampah. Namun hanya selang beberapa hari, truk-truk sampah sudah hilir mudik mengangkut sampah ke TPST Minggir. "Infonya antara 5-8 truk [mulai lewat]," ungkapnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani menjelaskan ada sejumlah fasilitas di Sleman yang bisa melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Dua TPST yang ada di Sleman siap mengolah sampah menjadi RDF.
TPST Tamannartani yang telah beroperasi sejak beberapa waktu lalu mampu mengolah sampah 8-10 truk per harinya yang setara dengan 40-50 ton per hari. Sementara TPST Minggir yang belum beroperasi penuh baru mampu mengolah empat truk sampah seberat 20 ton per hari.
"Kita berupaya mengelola kapasitas pengelolaan sampah yang ada di Sleman. Kemarin kan bekum maksimal di Tamannartani dan Minggir, kami upayakan nanti menjelang ditutup [TPA Piyungan] sudah sampai pada angka 80 ton sampah per hari untuk Tamannartani dan Minggir," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 31 Juli 2026 tersedia 12 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Palur hingga Yogyakarta.