Event Jogja: Catat Tanggal Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K
Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K digelar di Kaliurang pada 23 Agustus 2026 untuk mendorong wisata dan ekonomi lokal di Sleman.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul turun dari Maret ke April 2024. Sejak dua bulan itu, tidak ada kasus kematian yang dicatat Dinkes.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan angka kasus DBD pada Maret mencapai 192 kasus, sedangkan pada April ada 55 kasus. Hanya, angka kasus bulan April masih belum final, masih ada data yang akan dientri pada pekan pertama Mei 2024.
“Penurunan kasus DBD buan April signifikan, setengah kasus lebih dari angka kasus DBD pada Maret 2024,” kata Ismono dihubungi, Sabtu (4/5/2024).
BACA JUGA : Kasus DBD Meningkat di Bantul, Cuaca Ekstrem Jadi Penyebabnya
Adapun angka kasus DBD pada Januari dan Februari lalu total mencapai 220 kasus dengan dua dua kematian. Dua kematian tersebut adalah anak berumur 5 tahun dan 10 tahun.
Angka kasus itu hampir menyamai jumlah total kasus yang sama sepanjang tahun 2023. Tahun lalu, ada sebanyak 260 kasus DBD dengan satu kematian. Apabila melihat angka kasus pada 2022, jumlahnya justru lebih banyak mencapai 457 kasus dengan tiga kematian. Sedangkan, pada 2021 ada 189 kasus DBD dengan tiga kematian.
Khusus kasus DBD pada Januari dan Februari 2024, kapanewon yang menjadi wilayah dengan sebaran terbanyak ada di Wonosari dan Paliyan. Banyaknya kasus di dua wilayah itu berkorelasi dengan padatnya penduduk.
Dinkes telah melakukan program intervensi seperti fogging focus dan edukasi pemberantasan sarang nyamuk (PSM). Masih ada enam lokasi yang akan disasar program fogging focus.
“Fogging focus ini pelaksanaannya kondisional mengacu pada lokasi yang tercatat mengalami peningkatan kasus,” katanya.
Ketersediaan abate atau obat pembunuh larva nyamuk di Dinkes Gunungkidul menipis. Tahun ini, Dinkes tidak melakukan pengadaan abate karena keterbatasan anggaran.
Terkait program nyamuk ber-wolbachia, Ismono mengaku nyamuk tersebut efektif mencegah munculnya penyakit yang disebabkan infeksi virus dengue di dalam tubuh nyamuk aedes aegypti.
Wolbachia merupakan sebuah bakteri yang memiliki kemampuan untuk menonaktifkan virus dengue dalam tubuh nyamuk aedes aegypti. “Terbukti juga wilayah yang menerapkan program wolbachia ini kasusnya turun. Hanya, Gunungkidul memang belum menerapkan program itu,” ucapnya.
BACA JUGA : Kasus DBD di DIY Meningkat, Dinkes Minta Warga Kembali Galakkan Program 3M Plus
Ismono mengaku belum tahu apakah Gunungkidul akan menerapkan program nyamuk ber-wolbachia tersebut atau tidak. Menurut dia, efektivitas penyebaran dan keberhasilan nyamuk tersebut ditentukan pada kepadatan penduduk.
“Program nyamuk ber-wolbachia itu menyasar wilayah padat penduduk atau rumah. Kalau rumah-rumah justru tersebar, informasinya yang saya dapat justru tidak efektif bagi perkembangan nyamuk itu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K digelar di Kaliurang pada 23 Agustus 2026 untuk mendorong wisata dan ekonomi lokal di Sleman.
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.
Pemkot Jogja akan menertibkan replika plang Jalan Malioboro yang digunakan jasa foto usai video wisatawan dimintai bayaran viral.
Polda Metro Jaya menegaskan AKP Pardiman tidak ditangkap dalam kasus narkoba dan saat ini masih menjalani pemeriksaan etik.
DPP Kota Jogja memberikan layanan kesehatan terpadu bagi 350 ternak untuk memperkuat pencegahan PMK dan penyakit hewan menular strategis.
Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di Timur Tengah dan mendesak semua pihak segera membuka kembali jalur dialog dan diplomasi.