Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum lama ini menyebut terjadi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menyebut belum berencana mendeteksi kasus DBD menggunakan metode rapid test.
Padahal metode ini sudah banyak diterapkan di sejumlah wilayah guna akurasi dan mencegah penularan lebih meluas serta pencegahan kematian pada pasien DBD.
Pasien suspek DBD akan diambil sampel darahnya untuk mendeteksi keberadaan protein non struktural 1 (NK-1) yang merupakan protein milik virus dengue. Hasilnya bisa diperoleh 10-15 menit saja.
"Sampai sekarang kami belum pakai rapid test DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie, Senin (6/5/2024).
BACA JUGA: Diduga Melecehkan Mahasiwa saat Bimbingan Skripsi, Begini Pengakuan Dosen UPN
Di sisi lain laporan lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Jogja tampaknya tidak diikuti dengan banyaknya pasien yang dirawat di rumah sakit (RS) di wilayah setempat. Salah satu RS di Kota Jogja justru sama sekali tidak merawat pasien DBD saat ini.
"Untuk saat ini yang dirawat belum ada laporan kasus DBD. Sementara dari Januari sampai April ada 24 yang kami tangani dan sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan," kata Kepala Bagian Humas RS Bethesda Jogja Andreas Budi, Senin.
Sedangkan di Kota Jogja sendiri kasus DBD melonjak cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan lonjakan kasusnya hampir dua kali lipat dibanding dengan 2023 lalu. Sampai dengan awal Mei ini ada sebanyak 52 kasus DBD yang terdeteksi di wilayah setempat dan tahun 2023 hanya ada sebanyak 33 kasus.
"Upaya kami untuk menekan kasus sudah sangat signifikan. Sebab tahun-tahun sebelumnya jumlah kasus bisa mencapai 1.000 lebih," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menewaskan satu orang. Polisi mengungkap keributan diduga dipicu cekcok di warung sarapan.
Lima armada Kopi Roro dari Danais DIY memperluas pemasaran kopi Menoreh Kulonprogo hingga pasar nasional dan global.
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.