Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
PDI Perjuangan./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Koeswanto memastikan rekomendasi pasangan calon yang diusung di Pilkada 2024 diserahkan sepenuhnya ke Ketua Umum Partai. Meski demikian, di dalam penjaringan sudah memanggil tiga nama yang mendaftar untuk mengetahui keseriusan maju dalam pemilihan.
“Memang baru tiga nama yang mendaftar, tapi mereka bukan nama sembarangan. Pendaftaran masih kami buka hingga 31 Mei,” kata Koeswanto saat ditemui di sela-sela kegiatan Sosialisasi Kepemudaan di Kalurahan Sidoarum, Godean, Ahad (19/5/2024).
Menurut dia, nama-nama yang mendaftar merupakan tokoh teratas di Sleman saat ini dan tidak ada di penjaringan partai lain. Kedua orang yang adalah pasangan petahana yang sekarang menjabat sebagai bupati dan wakil bupati.
“Duet Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa sudah mengembalikan formulir pendaftaran di kami. Sedangkan satu nama adalah mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya,” katanya.
Koeswanto mengatakan, pasca-mengembalikan formulir pendaftaran, sudah memanggil masing-masing kandidat. Tujuan pemanggilan untuk memastikan kesiapan dan keseriusan maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati.
“Intinya untuk menakar bagaimana keseriuasan untuk maju seperti apa karena ini menjadi mekanisme dalam pengusulan,” katanya.
Menurut dia, peluang untuk maju sebagai calon kepala daerah di PDI Perjuangan masih terbuka. Oleh karenanya, setiap kandidat memiliki peluang yang sama.
“Nanti rekomendasi yang mengeluarkan dari DPP. Yang jelas, kesempatan masih terbuka, termasuk kemungkinan duet Kustini-Danang maju lagi juga masih ada peluang,” katanya.
Disinggung mengenai kapan rekomendasi turun, ia memerdiksi akan turun pada Juli mendatang. “Kita selesaikan dulu penjaringan setelah ditutup, nama yang mendaftar diserahkan ke DPP. Pastinya, sebelum rekomendasi turun di Juli, ada serangkaian survei yang dilakukan,” katanya.
Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar mengatakan, proses pejaringan bakal calon yang diusung dilakukan secara tertutup. Ia berdalih, proses ini menjadi bagian strategi pemenangan di pilkada.
“Ini jadi strategi kami. Yang jelas, kami ingin calon yang diusung bisa memenangi pilkada,” kata Indra.
Menurutu dia, hingga sekarang sudah ada beberapa tokoh yang berkomunikasi dengan DPD PKS Sleman. Selain mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya, Indra mengakui, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo juga sudah melakukan pembicaraan mengenai pencalonan.
“Ada juga Lurah Banyurejo, Tempel, Saparjo juga sudah ada komunikasi,” katanya.
Meski demikian, Indra mengakui perbincangan masih sangat cair dikarenakan PKS belum menentukan calon yang akan diusung. “Mekanismenya tetap ada rekomendasi dari DPP. Tapi, sekarang masih dalam proses karena calon nantinya juga dibahas dengan partai mitra koalisi karena PKS tidak bisa mengusung sendirian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.