Tiga Pasutri Berpotensi Ikut Perebutan Kursi Lurah di Gunungkidul
Tiga pasangan suami istri berpeluang bersaing dalam Pilur 2026 di Gunungkidul. Penetapan calon lurah dijadwalkan pada 8 September 2026.
Tersangka EA, selaku dokter gadungan yang berkerja di PSS Sleman diamankan polisi dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman. Selasa (30/1/2024).Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Terdakwa Elwizan Aminudin alias Amin Bin Sulaiman dituntut hukuman tiga tahun penjara dalam kasus dokter gadungan di PSS Sleman. Tuntutan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Evita C Pranatasari dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Sleman, Selasa (21/5/2024).
Menurut dia, unsur pidana yang disangkakan di Pasal 378 KUHP telah terbukti. Selanjutnya dengan memperhatikan selama pemeriksaan di persidangan, terdakwa dianggap mampu bertanggungjawab atas perbuatannya yang bersifat melawan hukum.
“Menyatakan terdakwa Elwizan Aminudin bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP dengan menjatuhkan pidana tiga tahun penjara potong masa tahanan yang sudah dijalani,” kata Evita.
Menurut dia, selain terbukti bersalah, juga terdapat beberapa unsur yang memberatkan. Sebagai contoh, pelaku telah menyebabkan PSS mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Terdakwa juga tidak melakukan penggantian kerugian serta menikmati hasil kejahatan. “Untuk yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya itu. Belum pernah dihukum dan menjadi tulang punggung keluarga,” ungkapnya.
Humas Pengadilan Negeri Sleman, Cahyono mengatakan, sidang dengan kasus dokter gadungan di PSS sudah memasuki pembacaan tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Adapun proses persidangan berjalan lancar hingga amar tuntutan selesai dibacakan. “Masih ada agenda sidang selanjutnya,” kata Cahyono.
BACA JUGA: Proses Panjang Penangkapan Dokter Gadungan di Klub Bola Indonesia, Begini Ceritanya
Sebelumnnya diberitakan, Kapolresta Sleman, Kombes Yuswanto Ardi mengatakan, pengungkapan kasus bermula saat Manajemen PSS mengontarak EA sebagai dokter Kesehatan mulai Februari 2020. Sebagai imbalan, EA mendapatkan gaji sebesar Rp15 juta per bulannya beserta bonus. Namun di tahun kedua bekerja, gaji yang diterima naik menjadi Rp25 juta per bulan ditambah bonus, mulai Maret-Oktober 2021.
“Total kerugian atas praktik dokter gadungan ini diperkirakan mencapai Rp254,1 juta,” kata Ardi dalam jumpa pers yang diselenggarakan di Mapolresta Sleman, Selasa (30/1/2024).
Dia menjelaskan, kasus ini terungkap setelah ada kabar bahwa EA merupakan dokter gadungan. Manajemen PSS langsung menelusuri dengan mengirimkan surat ke Universita Syah Kuala untuk memastikan keaslian ijazah yang dimiliki tersangka.
“Ternyata ijazah yang dimiliki palsu. Namun, pada 1 Desember 2021, tersangka pamit pulang ke Palembang untuk menjenguk orang tua yang sakit, tapi hingga sekarang tidak pernah kembali ke PSS. Pelaku kami amankan di Cibodas di 24 Januari 2024,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga pasangan suami istri berpeluang bersaing dalam Pilur 2026 di Gunungkidul. Penetapan calon lurah dijadwalkan pada 8 September 2026.
Jepang pangkas pajak konsumsi makanan jadi 1 persen mulai April 2027. Berlaku dua tahun, kebijakan ini bertujuan meringankan beban rumah tangga di tengah kenaik
Jadwal India vs Brasil di FIFA Matchday 3 Oktober 2026. Laga bersejarah di Stadion Salt Lake jadi lawan peringkat tertinggi bagi India. Simak selengkapnya!
Danantara mengungkap mayoritas BUMN yang dikonsolidasikan berada dalam kondisi tidak sehat. PP Properti dan Wika Realty masuk proses restrukturisasi.
PT Importa Jaya Abadi (Importa Furniture) kembali menegaskan kepemimpinannya di industri furnitur nasional dengan meraih Top Brand Award 2026
Lamine Yamal tanpa sengaja promosi celana dalam 6PM di final Piala Dunia 2026. Penjualan melonjak, beberapa model habis terjual. Simak kisah viral ini!