Advertisement
Dispar DIY Khawatir Larangan Study Tour Berdampak pada Kunjungan Wisatawan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata DIY mengaku khawatir soal larangan study tour dari sejumlah wilayah akan berdampak pada kunjungan wisata ke wilayahnya. Pemerintah kabupaten kota di wilayah setempat diminta merespons kebijakan itu dengan memberikan rambu di sejumlah jalur destinasi wisata yang rawan agar tidak membahayakan pengunjung.
"Kekhawatiran pasti ada karena akan mengurangi kunjungan wisatawan ya, tapi kalau melihat dari sisi animo ke Jogja saya kira masih cukup bagus," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, Jumat (24/5/2024).
Advertisement
Singgih meminta kepada pemerintah kabupaten kota memberikan rambu di setiap jalur study tour yang dinilai rawan, sehingga ketika rombongan study tour lewat dari daerah itu bisa lebih aman dan nyaman. Alih-alih melarang, pemerintah yang mengeluarkan kebijakan itu mestinya berpikir soal manfaat yang dirasakan dari study tour.
"Karena murid juga psti mendapatkan manfaatnya kalau ke kota, kan ada Taman Pintar. Mereka bisa membandingkan antara yang dipelajari dengan yang ada di wahana itu," jelasnya.
Baca Juga
SMA Bopkri 1 Jogja Terapkan Standar Tinggi untuk Transportasi Study Tour: Bus Harus Terbaru
Dishub Bantul Kebanjiran Permintaan Cek Kelaikan Bus untuk Study Tour
Larangan Kegiatan Study Tour Sudah Berdampak ke Wisata Gunungkidul
Menurut Singgih, study tour tak melulu hanya soal liburan semata. Tergantung bagaimana sekolah mengemas kegiatan itu. Di dalamnya juga ada pembelajaran dan pengalaman yang diperoleh murid dengan berkunjung secara langsung ke lokasi yang dituju. "Itu bagus dan ada pengalaman tersndiri sebetulnya," katanya.
Singgih menambahkan mestinya ada kebijakan yang ketat diberlakukan untuk program study tour setelah munculnya insiden kecelakaan rombongan pelajar di Ciater, Subang, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Selain usia dan perawatan kendaraan, hak yang juga mesti diperhatikan adalah sopirnya.
"Sekolah jangan hanya mengejar murahnya saja, tapi bagaimana standarisasi, regulasi dan sertifikasi seluruh yang terlibat betul-betul bisa dipenuhi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hindari Risiko Selat Hormuz, RI Mulai Impor Minyak Mentah dari AS
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Waspada Leptospirosis di Kota Jogja, Enam Kasus Ditemukan Awal 2026
- Terekam CCTV, Gamelan Ndalem Pujokusuman Jogja Digondol Maling
- Efisiensi Rapat, Anggaran Jalan Kulonprogo 2026 Naik Drastis
- Tiga SD di Gunungkidul Absen TKA, Ternyata Belum Miliki Siswa Kelas 6
- Embarkasi Haji YIA, Kulonprogo Siapkan Kantong Parkir dan Stand UMKM
Advertisement
Advertisement





