Advertisement
Pemda DIY Klaim Banyak Investor Tertarik Mengelola TPA Piyungan
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mengklaim banyak investor yang tertarik untuk mengelola TPA Piyungan setelah lokasi itu ditutup permanen dan tidak lagi menerima buangan sampah dari tiga kabupaten dan kota di wilayah setempat sejak 30 April lalu.
Sekda DIY Beny Suharsono mengaku sejumlah investor mulai menjalin komunikasi dengan Pemda DIY untuk mengelola lahan TPA Piyungan. Menurutnya cukup banyak pengusaha yang berminat untuk mengelola lahan seluas kurang lebih lima hektare itu setelah ditutup.
Advertisement
"Kalau yang menjalin komunikasi sudah banyak. Baru rencana, membawa calon investor juga ada. Baru virtual juga ada," kata Beny, Minggu (26/5/2024).
BACA JUGA : TPA Piyungan Ditutup Permanen Besok! Semua Depo Sampah Kota Jogja Hari Ini Dikosongkan
Menurutnya, Pemda DIY harus selektif memilih investor yang akan mengelola TPA Piyungan ke depan. Pihaknya ingin agar diskusi soal pengelolaan Piyungan ke depannya bisa dimaksimalkan dengan cepat setelah dilakukan penataan di kawasan itu.
"Kami memang harus selektif, karena kami tidak ingin itu jadi bahan diskusi yang terlalu panjang, sehingga ke depan bisa dioptimalkan bersama," ujarnya.
Beny menyebut, Pemda DIY ingin agar investasi nantinya mengelola TPA Piyungan merupakan perusahaan yang ramah lingkungan. Sebab, masyarakat di sekitar lokasi sudah puluhan tahun merasakan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari gunungan sampah itu.
"Begitu sampah selesai ditata, kami akan melakukan kajian bisa tidak dioptimalkan menjadi objek lain. Misalnya direncanakan untuk pengembangan RTH dan pariwisata. Rencananya begitu, itu harus didesain dari sekarang," katanya.
Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo menyampaikan, penataan TPA Piyungan memakan waktu dua sampai tiga bulan. Sebulan setelah desentralisasi sampah dijalankan, ia menyebut penataan sudah berjalan dengan optimal dan sudah terjadi dekomposisi dari sampah yang ada di lokasi itu.
"Sekarang sudah ada penurunan permukaan di TPA Piyungan setekah kami tata. Memang tidak banyak karena masih sebulan," katanya.
BACA JUGA : Pemda DIY Klaim Tidak Ada Armada Membuang Sampah Ke TPA Piyungan Sejak 1 Mei 2024
Kusno menyebut, kajian terhadap TPA Piyungan mau dibuat apa ke depannya dimungkinkan mundur. Beberapa waktu lalu menargetkan kajian itu bisa dilakukan pertengahan tahun ini, tetapi lantaran pihaknya masih mengevaluasi pelaksanaan desentralisasi sampah.
"Kalau melihat perjalanan waktu untuk kajian setelah dua bulan ini belum bisa dilakukan, tapi evaluasi rutin kami lakukan. Setelah desentralisasi kami juga pantau terus di kabupaten kota," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Lonjakan PAD Wisata Awal 2026 Dorong Target Rp60 Miliar di Gunungkidul
- Harga Sayuran di Bantul Anjlok saat Panen Raya, Pedagang Mengeluh
- Galon Bekas dan Biopori Tekan Sampah Warungboto Jogja hingga 50 Persen
- Pemkab Bantul Bebaskan Pajak LP2B dan Siapkan Seragam Gratis di 2026
- Kasat Lantas Sleman Diganti Seusai Temuan Audit Itwasda Polda DIY
Advertisement
Advertisement




