Bahaya OOT Mengintai Remaja Jogja, BPOM Ungkap Fakta Mengerikan
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Suasana pembukaan Pameran Arsip dan Trip Wisata Pameran Arsip bertajuk Napak Tilas 18 Tahun Gempa Jogja 27 Mei 2006 di Gedung Depo Arsip, DPAD DIY, Senin (27/5/2024). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mendorong mitigasi bencana berbasis masyarakat melalui Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana).
Kepala Bidang Pencegahan, dan Kesiapsiagaan BPBD Bantul, Bambang Huda menyampaikan saat ini dari 75 kalurahan di Bantul telah terbentuk 46 Kaltana. Menurutnya, kalurahan sebagai lembaga pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat memiliki peran penting dalam menyiapkan masyarakat menghadapi potensi bencana yang ada di DIY.
“Peran kalurahan sangat strategis dalam penanggulangan bencana, karena kalurahan sebagai lembaga pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat,” katanya, Rabu (29/5/2024).
Dia menuturkan melalui Kaltana, kalurahan diharapkan mampu memetakan potensi bencana di wilayah setempat. Dari pemetaan potensi bencana tersebut, kalurahan dapat memetakan langkah antisipasi yang dapat dilakukan ketika terjadi bencana. Dia menuturkan melalui Kaltana, masyarakat diberikan edukasi, pelatihan dan simulasi kebencanaan.
“Dalam kaltana, warga diberikan simulasi [menghadapi bencana], sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana, semua [warga] tidak bingung, sudah tahu apa yang harus dilakukan,” katanya.
BACA JUGA: Gelar Refleksi 18 Tahun Gempa Bumi, Pemkab Bantul Ingatkan Lagi Potensi Bencana
BACA JUGA: Gelar Pameran Arsip, DPAD DIY Ajak Masyarakat Belajar dari Pengalaman Gempa Bumi 2006
Selain itu, menurut dia, BPBD Bantul juga telah memberikan sosialisasi, pelatihan, dan siumali kebencanaan secara berkala. Kemudian penyusunan kajian risiko bencana, peta kerawanan bencana juga terus dilakukan.
BPBD Bantul juga terus berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait secara berkala terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana dan penanganan ketika terjadi bencana.
Dia menuturkan Pemkab Bantul bersama dengan Pemda DIY juga telah menyiapkan sejumlah kebijakan yang berorientasi terhadap mitigasi gempa bumi di DIY. Dia menuturkan di DIY saat ini pun telah banyak bangunan dibangun dengan standar banguann tahan gempa. Kemudian tata ruang rumah dan gedung juga telah memperhatikan pengurangan risiko bencana. Selain itu, beberapa fasilitas umum juga telah menerapkan standar layak fungsi yang dapat tahan terhadap gempa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Jadwal SIM keliling Kulonprogo 26 Mei 2026 lengkap lokasi SIMMADE, Simenor, dan layanan Satpas. Perpanjang SIM lebih mudah.
Dalam bedah buku, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru, tetapi juga dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026 lengkap rute Malioboro ke pantai selatan. Tarif mulai Rp12.000, praktis tanpa kendaraan pribadi.
Astra Motor Yogyakarta menggelar kegiatan bertajuk “Touring Beyond The Road” sebagai bentuk pengenalan warna terbaru Honda Stylo 160 kepada para pecinta otomot
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Mei 2026 lengkap lokasi SIMMADE, SIMPITU, dan layanan malam. Perpanjang SIM lebih mudah.