Bang Kosim Jadi Strategi Pemkot Jogja Kembangkan Industri Kreatif
Pemkot Jogja mengembangkan Bang Kosim untuk memperkuat ekosistem industri kreatif dan mengoptimalkan layanan desain serta manufaktur kreatif.
Ilustrasi lahan pertanian saat kemarau. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL–Produktivitas lahan pertanian pada Masa Tanam (MT) II di Bantul ditargetkan tidak jauh berbeda dengan MT I. Padahal selama MT II para petani menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menargetkan produksi padi pada MT II tidak berbeda jauh dengan MT I yaitu sekitar 8,8 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. Menurut Joko, capain produktivitas pada MT I tersebut lantaran pengairan lahan persawahan tidak mengalami kendala. Selain itu, pupuk subsidi juga telah disalurkan kepada petani untuk mendorong produktivitas pertanian.
BACA JUGA: Kementan Terapkan Pertanian dengan Berteknologi Tinggi di 3 Provinsi
Joko pun mengkhawatirkan pada MT II akan terjadi penurunan produksi padi lantaran hampir memasuki musim kemarau. Meski begitu, Joko mengaku saat ini belum menerima laporan lahan pertanian di Bantul yang mengalami kekeringan pada MT II.
"Ini sudah diambang musim kemarau. Curah hujan saat ini sudah mulai menurun, sungai-sungai sudah mulai surut airnya," katanya, Selasa (18/6/2024).
Joko mengimbau agar petani menanam varietas tanaman yang tidak memerlukan banyak air, apabila terjadi kekeringan selama musim kemarau. Petani, lanjutnya, bisa menanam varietas padi IP 400 yang dinilai tidak banyak memerlukan air. Petani juga dapat menanam palawija antara lain kedelai, kacang tanah dan jagung selama musim kemarau.
Joko mengaku sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk memasuki musim kemarau. Saat ini telah ada lebih dari 5.190 unit pompa yang tersebar di seluruh kelompok tani di Bantul. Pompa air tersebut diharapkan dapat membantu petani untuk mengairi lahan persawahan selama musim kemarau.
Selain itu, lanjut Joko, jaringan irigasi tersier dan kuarter yang dikelola DKPP Bantul dan petani telah terbangun sekitar 60%. Dengan begitu, diharapkan perairan lahan persawahan tidak mengalami kendala selama musim kemarau. "Kami berharap penyaluran pupuk subsidi pada MT II tidak mengalami kendala dan mampu memenuhi kebutuhan pupuk subsidi di Bantul," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mengembangkan Bang Kosim untuk memperkuat ekosistem industri kreatif dan mengoptimalkan layanan desain serta manufaktur kreatif.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.