Advertisement
Masuki Tahun Ajaran Baru, BPBD Sleman Intesifkan Sosialisasi Kebencanaan di Sekolah

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman melakukan sosialiassi tentang kesiapsiagaan bencana ke puluhan sekolah. Kegiatan ini menjadi rangkaian program masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di tahun ajaran 2024-2025.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, pihaknya ikut diundang menjadi pembicara dalam kegiatan MPLS di tahun ajaran baru yang dimulai sejak Senin (15/7/2024).
Advertisement
BACA JUGA: Gudang Penyimpanan Limbah Kayu Putih di Tahura Bunder Gunungkidul Terbakar
Hingga kini, sudah ada jadwal untuk sosialisasi tentang kebencanaan lebih di 70 sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA sederajat. "Sudah ada 72 sekolah yang meminta diberikan sosialisasi tentang mitigasi kebencanaan. Sesuai jadwal, pelaksanaan akan berlangsung hingga Senin [29/7/2024],” kata Bambang, Selasa (16/7/2024).
Meski jadwal jadi semakin padat, ia memberikan apresiasi kepada sekolah yang meminta dilakukan sosialisasi tentang kebencanaan. Untuk pelaksanaan, BPBD menerjunkan 30 perseonel guna mengisi materi dalam program kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.
Menurut dia, materi yang diberikan berkaitan dengan potensi bencana di lingkungan sekitar serta cara bertindak pada saat terjadi bencana alam. Diharapkan program ini dapat memberikan pemahaman bagi para siswa tentang mitigasi bencana yang dapat diterapkan pada saat terjadi bencana alam.
“Kami juga lakukan simulasi gempa dengan melibatkan para siswa. Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat tentang masalah kebencanaan,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan menambahkan, program kesiapsiagaan kebencanaan terus dilakukan. Selain melakukan sosialisasi ke sekolah, juga dilaksanakan dengan memperluas jaringan kalurahan Tangguh bencana di Bumi Sembada.
Dia mengatakan, Kabupaten Sleman memiliki 86 kalurahan. Dari jumlah itu, sudah ada 81 kalurahan yang berstatus kalurahan Tangguh bencana.
“Tinggal lima kalurahan lagi dan kami target sudah terbentuk di akhir tahun ini sehingga semuanya bisa menyandang sebagai kalurahan Tangguh bencana,” kata Makwan.
Dia menjelaskan, lima wilayah yang belum memilik status kalurahan Tangguh bencana meliputi Nogotirto di Kapanewon Gamping, Kalurahan Sendangadi dan Sumberadi, Mlati. Selanjutnya di Kapanewon Minggir ada Kalurahan Sedangarum, Sedangmulyo.
“Pembentukan sudah dimulai dan berlangsung di Kalurahan Nogotirta. Empat kalurahan lainnya menyusul sehingga di akhir tahun semua sudah terbentuk sebagai kalurahan tangguh bencana,” katanya.
Makwan mengungkapkan, pembentukan kalurahan Tangguh bencana sebagai bagian dari mitigasi kebencanaan. Diharapkan melalui program ini dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya masyarakat sehingga terbentuk masyarakat tangguh menghadapi bencana.
“Di dalam pembentukan juga ada simulasi bencana dengan upaya penagangan yang melibatkan relawan dan warga sekitar. Ini nantinya bisa menjadi bekal penangnaan pada saat terjadi bencana di wilayah masing-masing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Srandakan Bantul Tangkap Pencuri Sepeda Motor
- Polda DIY Catat Titik Arus Balik Tertinggi ada di Tempel
- Lurah di Gunungkidul Wajib Bikin LHKPN ke KPK
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
Advertisement
Advertisement