Wellness Tourism di Jogja, Rumah Sakit Mulai Kembangkan Layanan
Wellness tourism di Jogja mulai dikembangkan melalui kolaborasi rumah sakit, tenaga medis, dan sektor pariwisata untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Foto ilustrasi. Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja/Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata Kota Jogja menyebut sedikitnya lima juta wisatawan berkunjung ke wilayahnya dalam rentang waktu Januari-Juni 2024. Jumlah itu hampir mendekati capaian kunjungan wisatawan selama 2023 lalu yang berada di angka tujuh juta lebih.
"Kebanyakan memang masih wisatawan lokal tapi ada peningkatan untuk wisatawan mancanegaranya yang sekarang sudah mencapai 150.000 orang," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Wahyu Hendratmoko, Sabtu (20/7/2024).
Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara itu, kata Wahyu sudah mulai terlihat geliatnya. Di sejumlah titik destinasi wisata dan pusat keramaian, rombongan wisatawan asing kerap terlihat. Begitu pula di dua daerah yang dikenal jadi pusat wisatawan mancanegara yakni Prawirotaman dan Sosrowijayan.
Menurut Wahyu, ada tiga hal utama yang menjadikan kota ini masih kerap jadi salah tujuan utama para wisatawan. Yang pertama adalah karena pilihan destinasi yang dimiliki daerah ini, kedua penyelenggaraan event yang digagas pemerintah dan swasta, terakhir di bidang souvenir.
BACA JUGA: Kota Jogja Diusulkan Menjadi Kota Kreatif Dunia
"Di bidang souvenir ini juga ada tiga hal yang menarik bagi wisatawan yakni kuliner, fesyen dan kriya," jelasnya.
Di sisi lain, Wahyu memaparkan, untuk belanja wisatawan jumlahnya masih cukup sama dengan capaian tahun lalu. Per 2024 ini belanja wisatawan yang dihabiskan pengunjung ke Kota Jogja rata-rata sebanyak Rp2,2 juta per kunjungan per wisatawan.
"Angka itu diperoleh dari berbagai aspek, ada 15 sub bidang mulai dari akomodasi, konsumsi, termasuk souvenir dan biaya transportasi selama mereka di Jogja. Jadi secara matematis ada Rp11 triliun perputaran uang di Jogja selama periode Januari-Juni dari sektor wisata," ungkapnya.
Sementara untuk lama tinggal, Kota Jogja masih didiami wisatawan selama 1,8 hari saat berkunjung ke kota ini.
Ia optimistis angka itu akan naik sampai pada akhir tahun nanti lantaran masih ada beberapa bulan lagi menjelang habisnya 2024.
"Kalau lama tinggal masih 1,8 hari dan itu sesuai target. Tahun lalu capaian kami di 1,85 hari. Kami berharap dengan kemudahan akses transportasi ke Jogja, lama tinggal itu tidak akan turun, justru malah naik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wellness tourism di Jogja mulai dikembangkan melalui kolaborasi rumah sakit, tenaga medis, dan sektor pariwisata untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Kemenkes memperkuat imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks. Kenali penyebab, gejala, risiko, dan cara pencegahan infeksi HPV.
Bupati Sleman Harda Kiswaya meresmikan Pancuran Tuk Bulus di Bimomartani dan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan wisata.
Polda Jateng mengerahkan 3.229 personel gabungan untuk mengamankan konser Andrea Bocelli di Borobudur, termasuk mengatur lalu lintas dan aspirasi warga.
Simak cara cek desil DTSEN, status penerima PKH-BPNT Oktober-Desember 2026, serta langkah jika saldo bantuan belum masuk.
Veda Ega Pratama mengamankan posisi start kedelapan Moto3 Malaysia 2026 setelah mencatat waktu 2 menit 10,855 detik di Q2.