Penumpang Emirates Kena Guyuran Air di Tengah Penerbangan
Air mengucur dari langit-langit pesawat Emirates EK123 rute Dubai-Istanbul. Maskapai menjelaskan penyebabnya adalah penumpukan kondensasi.
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul membenarkan bahwa luasan gumuk pasir barchan di kawasan pesisir selatan Bantul terus menyusut. Berdasarkan catatan mereka, saat ini luasan gumuk pasir hanya tersisa 17 hektare.
Kepala Dispar Bantul, Saryadi mengatakan salah satu penyebab terhentinya pertumbuhan gumuk pasir barchan adalah kesalahan kebijakan yang dilakukan pada masa lalu.
Sekitar 30 tahun lalu, kata Saryadi, ada kebijakan untuk mengatasi pergerakan pasir ke tanah milik warga, dengan melakukan reboisasi atau penghijauan. Alhasil, saat ini gumuk pasir barchan tertutup vegetasi dari program reboisasi.
"Kebijakan ini sebenarnya dulu tidak ada salahnya. Karena pasir gumuk barchan itu kan terus bergerak pada 30-40 tahun lalu ke arah utara. Nah, pergerakan gumuk pasir itu menutup lahan-lahan pertanian milik warga. Lalu reboisasi itu berhasil dan membuat pergerakan pasir yang menutup sawah berhenti," katanya, Selasa (23/7/2024).
Atas kondisi tersebut, diakui Saryadi, maka pertumbuhan dan pergerakan dari pasir gumuk barchan terhenti. Begitu juga angin yang menerbangkan pasir gumuk barchan tidak bisa bergerak.
BACA JUGA: Gumuk Pasir di Parangtritis Diusulkan Jadi Geopark Nasional
Sebelumnya diberitakan, gumuk Pasir yang ada di kawasan Pantai Parangtritis yang merupakan salah satu Geopark Jogja bakal dinilai oleh tim nasional. Penilaian dilakukan untuk ditingkatkan statusnya menjadi Geopark Nasional.
Selama ini Pemda DIY, Pemkab Bantul, dan beberapa stakeholder terkait lainnya telah menyusun rencana restorasi Gumuk Pasir. Rencana restorasi tersebut digagas untuk mengembalikan fungsi ekologis Gumuk Pasir.
Dia menuturkan, rencana penataan tersebut masih terus dibahas. Dispar sementara tidak akan mengubah apapun yang ada di sana. "Sementara ini kami status quo dalam pengelolaan Gumuk Pasir. Kami tidak akan melakukan sentuhan, sampai menunggu keputusan [rencana restorasi Gumuk Pasir dari beberapa stakeholder terkait]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Air mengucur dari langit-langit pesawat Emirates EK123 rute Dubai-Istanbul. Maskapai menjelaskan penyebabnya adalah penumpukan kondensasi.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Kejagung mengungkap dugaan peran Budi Utomo dalam pengadaan motor listrik MBG. Dari rencana 21.000 unit, hanya 2.117 unit terealisasi.