Krisis Air di Bantul Sentuh 4.623 Jiwa, DPRD Siapkan Evaluasi
BPBD Bantul telah menyalurkan 706.500 liter air bersih untuk 4.623 jiwa terdampak kekeringan. DPRD dorong evaluasi penanganan krisis air.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, JOGJA - Bawaslu DIY mewanti-wanti kandidat yang maju dalam Pilkada 2024 mendatang untuk mematuhi aturan saat memakai platform media dalam proses penyampaian visi misi dan pengenalan diri menjelang berlangsungnya pemilihan kepala daerah November mendatang.
Ketua Bawaslu DIY Mohammad Najib mengatakan, diperlukan pengawasan yang optimal dan intensif terhadap saluran penyiaran, media elektronik dan cetak serta platform media sosial yang sering dimanfaatkan kandidat untuk sosialisasi dan kampanye.
"Meskipun bisa dilakukan penindakan terhadap yang melanggar, tapi kami akan optimalkan edukasi dan antisipasi serta pencegahan agar Pilkada DIY nol pelanggaran," katanya, Rabu (24/7/2024).
Diketahui aturan pemberitaan dan penyiaran materi kampanye sudah diatur dalam Undang-undang No. 32/2022 tentang Penyiaran, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) serta sejumlah aturan turunan lainnya. Ada hal yang harus dipatuhi baik itu konten, durasi maupun frekuensi saat memakai saluran tersebut selama Pilkada.
"Kami akan koordinasi dengan KPID karena mereka punya alat pemantau serta bisa menindak. Kemudian untuk platform sosial media kami menggandeng Polda, Diskominfo dan lembaga lain untuk pengawasan," kata Najib.
BACA JUGA: Bawaslu Petakan Potensi Kerawanan Pilkada DIY 2024
Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi menjelaskan, Pilkada adalah arena kontestasi politik yang tentunya banyak upaya akan dilakukan para kandidat untuk menang. Salah satu cara dan strategi adalah melalui pemberitaan dan iklan pada media baik cetak, elektronik dan media sosial.
"Tidak bisa dinafikan pelanggaran itu pasti ada, maka pengawasan dari masing-masing pihak terkait harus berjalan, khususnya di masa kampanye agar bisa memaksimalkan tidak ada pelanggaran," jelasnya.
Ketua KPID DIY Hazwan Iskandar Jaya menyebut, pihaknya bersinggungan dekat dengan proses pengawasan penyiaran selama Pilkada berlangsung. "Media penyiaran harus berperan sebagai kontrol sosial, mereka wajib berkontribusi dalam informasi Pilkada, kontrol tahapan agar berjalan sesuai aturan main dan pada saat kampanye para kandidat bisa memanfaatkan media penyiaran sebagai wadah sosialisasi sesuai aturan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul telah menyalurkan 706.500 liter air bersih untuk 4.623 jiwa terdampak kekeringan. DPRD dorong evaluasi penanganan krisis air.
Padukuhan Kroco Kulonprogo menjalani verifikasi ProKlim Lestari. Jika lolos, Kroco menjadi kampung ProKlim Lestari pertama di Kulonprogo.
Pemerintah membahas kelanjutan Otsus Aceh yang berakhir 2027, termasuk opsi dana 2,5% dan kemungkinan tanpa batas waktu.
Kejagung memeriksa lima pegawai Kemenhut sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi transfer pricing PT TPL periode 2008-2025.
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
Pengamat UGM menilai mismatch kompetensi dan kebutuhan industri memicu pengangguran terdidik serta mendorong penguatan pelatihan vokasi.